BANGKA BELITUNG -- Langkah cepat dilakukan Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Didit Srigusjaya terkait kesulitan masyarakat untuk mendapatkan BBM jenis pertalite dalam tiga hari terakhir.
Pantauan babel.indozone.id, Selasa 14 Juni 2026, sejak pagi hari Didit langsung melakukan pemantauan di sejumlah titik SPBU. Nampak jelas, antrean terjadi di semua SPBU hingga mengurai hingga 500 meter pintu masuk SPBU.
Beragam keluhan disampaikan masyarakat di lapangan, termasuk adanya penjualan pertalite di atas harga normal kisaran Rp14. 000 / liter hingga Rp 20.000 perliter.
" Tadi Saya sudah cek keliling SPBU, mulai dari kejora hingga Selindung dan saya dokumentasikan, nampak sekali antrean panjang masyarakat hanya untuk mendapatkan BBM jenis pertalite, " kata Didit di ruang kerjanya, tadi siang.
Sambungnya, dalam tiga hari ini beragam keluhan disampaikan masyarakat dan itu mengganggu aktivitas sehari hari, mulai dari telat bekerja hingga terpaksa meliburkan anaknya di tahun ajaran baru karena kesulitan dapat BBM.
" Saya sudah panggil GM Pertamina Bangka, mohon sabar kawan- kawan beliau saat ini masih kasih penjelasan kepada Kapolda Babel, " ucapnya.
Disinggung Langkah kedepan, Masih kata Didit, ia tetap berharap jangan sampai terjadi antrean untuk mendapatkan BBM. Pihaknya akan konsen, bagaimanapun juga ini merupakan hal dasar masyarakat, sehingga pihaknya tentu akan meminta dan mendesak pihak Pertamina untuk menyelesaikan antrian BBM disejulah SPBU.
" Saya maunya besok tidak ada lagi antrean dan keluhan masyarakat sulitnya mendapatkan BBM dan DPRD akan memantau perkembangannya, " tukas Didit
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan