BANGKA BELITUNG -- Terdapat 5 tokoh pahlawan dari Bangka Belitung yang jasa-jasanya banyak dikenang oleh masyarakat, bahkan dibuatkan monumen. Siapa saja pahlawan tersebut? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
1. Depati Amir
Dikutip dari laman Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia, Depati Amir lahir di Mendara, Pulau Bangka pada tahun 1805. Ia adalah putra dari Depati Bahrin dan Dakim. Depati Amir melakukan perlawanan terhadap pemerintah kolonial Hindia-Belanda dari tahun 1830-1851.
Perjuangan Depati Amir berangkat dari dua hal, yaitu untuk menuntut tunjangan bagi ayahnya tetap dibayarkan serta kasus penghinaan keluarganya. Diketahui sang ayah seharusnya mendapat sebesar 600 gulden setahun dari pemerintah Hindia-Belanda.
Namun, perjuangan Depati Amir tidak hanya karena masalah kehormatan keluarga saja. Dia juga memiliki keinginan kuat untuk memperjuangkan dan melawan eksploitasi kolonial atas kekayaan alam Bangka Belitung, terutama timah.
Selama perlawanan, beliau dibantu oleh adiknya bernama Cing atau Hamzah sebagai Panglima perang dan beberapa panglima perang lainnya. Depati Amir wafat di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 28 September 1869. Jenazahnya dimakamkan di pemakaman muslim Batukadera, Kupang.
Berdasarkan UU No.20 Tahun 2009, tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Pasal 2 dan Pasal 26, Depati Amir memenuhi syarat umum dan syarat khusus untuk dijadikan Pahlawan Nasional.
2. Depati Bahrin
Depati Bahrin merupakan salah satu sosok pahlawan yang mengusir penjajah di daerah Bangka Belitung. Ia pernah menjadi pemimpin yang memimpin Perang Bangka I pada tahun 1819-1828.
Depati Bahrin datang ke Pulau Bangka ketika di Banten sedang terjadi perang besar-besaran. Sedangkan di Pulau Bangka, tidak ada sosok yang mengawal pertempuran melawan Belanda.
Atas perintah sang ayah, Depati Bahrin membantu pertempuran di Bangka. Di Bangka, beliau tinggal di sebuah menara yang letaknya di hulu sungai tengah hutan. Ini dilakukannya supaya lebih mudah mengawasi pergerakan Belanda.
Selama perjuangan melawan Belanda, Depati Bahrin pernah tertangkap. Beliau wafat pada tahun 1848 dan dimakamkan di kawasan Lubuk Bunter, Jada Barin, Kabupaten Bangka. Oleh Belanda, dibuatlah beberapa makam palsu Depati Bahrin, agar jasadnya tidak bisa ditemukan.
3. Hamidah
Hamidah adalah pahlawan emansipasi wanita dari Bangka. Memiliki nama asli Fatimah, ia lahir di Muntok, Pulau Bangka pada 13 Juni 1915. Dirinya merupakan seorang pengarang perempuan Indonesia angkatan Pujangga Baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: