Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) (BKKBN Babel)
BANGKA BELITUNG -- Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) kembali diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor di Kabupaten Belitung. PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin berpartisipasi sebagai Orang Tua Asuh dengan memberikan bantuan pembangunan rumah layak huni bagi keluarga berisiko stunting di Dusun Kelekak Usang, Desa Perawas, Kabupaten Belitung.
Bantuan tersebut diberikan kepada keluarga yang berdomisili di Dusun Kelekak Usang, Desa Perawas, Kabupaten Belitung. Kepala rumah tangga yang bekerja sebagai kuli bangunan, sementara kondisi rumah keluarga dinilai membutuhkan dukungan agar lebih layak dan sehat bagi tumbuh kembang anak.
Kegiatan turut dihadiri oleh Bupati Belitung yang diwakili Kepala DPPKBPMD Kabupaten Belitung, Drs. Fari, Kepala OJK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Wijaya, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa, SH, serta General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin, Tri Yudi Anshary, Kepala Desa Perawas beserta jajaran pemerintah desa, perwakilan organisasi perangkat daerah, mitra kerja, serta unsur masyarakat setempat yang turut mendukung pelaksanaan GENTING di Kabupaten Belitung.
GENTING merupakan gerakan gotong royong yang mengajak pemerintah, dunia usaha, lembaga, dan masyarakat menjadi Orang Tua Asuh bagi keluarga berisiko stunting. Sasaran utamanya adalah keluarga yang memiliki ibu hamil dan/atau anak usia di bawah dua tahun atau baduta serta masuk dalam kategori keluarga berisiko stunting.
Program ini tidak hanya berfokus pada bantuan nutrisi, tetapi juga mencakup edukasi pengasuhan, pencegahan stunting, pemenuhan gizi, serta bantuan nonnutrisi seperti rumah layak huni, akses air bersih, dan perbaikan sanitasi atau jamban sesuai kebutuhan keluarga sasaran.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa, SH, mengatakan dukungan dunia usaha menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan intervensi GENTING.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan dunia usaha, lembaga, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar keluarga berisiko stunting memperoleh intervensi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Fazar.
Menurutnya, kondisi rumah dan lingkungan tempat tinggal memiliki keterkaitan erat dengan kesehatan keluarga. Rumah yang tidak layak, sanitasi yang buruk, dan akses air bersih yang terbatas dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada ibu dan anak.
“Pencegahan stunting tidak cukup hanya dengan memberikan makanan bergizi. Lingkungan tempat tinggal yang sehat, sanitasi yang baik, serta rumah yang layak juga menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” jelasnya.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin, Tri Yudi Anshary, menyatakan komitmennya sebagai Orang Tua Asuh melalui bantuan pembangunan rumah layak huni bagi keluarga berisiko stunting. Menurutnya, partisipasi tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Kami berharap bantuan rumah layak huni ini dapat memberikan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat. Dukungan ini juga menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam membantu upaya pencegahan stunting di Kabupaten Belitung,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan dunia usaha dalam Program GENTING tidak harus selalu berbentuk bantuan nutrisi. Dukungan dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil keluarga, termasuk perbaikan hunian dan sanitasi.
Sementara itu, Bupati Belitung yang diwakili oleh Kepala DPPKBPMD Kabupaten Belitung, Drs. Fari, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh mitra dalam mendukung keluarga berisiko stunting.
“Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa penanganan stunting telah menjadi tanggung jawab bersama. Bantuan yang diberikan tidak hanya menyentuh aspek kesehatan, tetapi juga memperbaiki kondisi sosial dan lingkungan keluarga,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: