Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 09 JANUARI 2026 • 14:43 WIB

Bangka Selatan Awali 2026 dengan Panen Perdana Program Mandiri Benih

Bangka Selatan Awali 2026 dengan Panen Perdana Program Mandiri BenihPemkab Bangka Selatan melakukan panen raya padi sawah di Desa Batu Betumpang, Kamis (8/1/2026). (ANTARA/Ahmadi)

BANGKA BELITUNG - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mengambil langkah nyata guna mewujudkan target swasembada pangan di tahun 2026 ini. 

Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan panen perdana padi dari program Mandiri Benih yang berlokasi di area persawahan Ulim Mandiri, Desa Batubetumpang, Kecamatan Pulau Besar, Bangka Selatan.

Mewakili Pemerintah Daerah, Staf Ahli Bupati Bangka Selatan Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Zamroni, menyatakan bahwa agenda ini merupakan wujud nyata keseriusan daerah dalam memacu produktivitas gabah sekaligus menjaga ketahanan pangan lokal.

Baca juga: Ayam dan Cabai Sumbang Inflasi Pangkalpinang Capai 2,58 Persen

"Kita sudah melakukan panen perdana tahun 2026 di persawahan Ulim Mandiri Desa Batubetumpang untuk mendukung swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan daerah," ujarnya saat berada di Toboali, Kamis (8/1/2026).

Perluasan Area Panen

Zamroni menambahkan bahwa momentum panen ini tidak hanya berhenti di satu titik saja.

Pemerintah telah memetakan sejumlah kawasan persawahan potensial lainnya di Bangka Selatan untuk segera memetik hasil tanam.

“Dalam waktu dekat akan ada panen raya, tidak hanya di Batubetumpang, tetapi juga di desa lain seperti Desa Rias,” ujarnya.

Inovasi dan Kolaborasi Lintas Sektor

Pihak pemerintah merasa yakin bahwa volume produksi beras di Bangka Selatan tahun ini akan melampaui capaian tahun lalu.

Optimisme ini didasari oleh beragam terobosan yang dilakukan petani, serta kuatnya asistensi dari para penyuluh lapangan yang didukung penuh oleh pemerintah pusat maupun daerah.

Baca juga: Baru Tiga Kabupaten di Bangka Belitung Kantongi Izin WPR, yang Lain Masih Proses, DPRD Siap Bahas di Banmus

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari integrasi bimbingan teknis, bantuan sarana produksi, hingga keterlibatan personel TNI dalam melakukan pendampingan kepada para kelompok tani di tingkat desa.

“Pemerintah daerah melalui penyuluh dan dinas terkait, bekerja sama dengan dinas pertanian provinsi dan TNI, terus melakukan bimbingan agar petani dapat mengolah lahan secara optimal,” katanya.

Target utama dari maksimalisasi pengelolaan lahan ini adalah untuk mendongkrak kualitas sekaligus kuantitas gabah yang dihasilkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bangka Selatan Awali 2026 dengan Panen Perdana Program Mandiri Benih

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!