Penyerahan sertifikat HACCP kepada pelaku usaha UMKM (babel.indozone.id)
BANGKA BELITUNG -- Wali Kota Pangkalpinang Prof. H Saparudin, Ph.d., menyerahkan secara langsung
Sertifikat Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) kepada sembilan pelaku (UMKM) di Smart Room Center Lantai 2 Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Rabu (4/3/2026).
Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S Tamawiwy, Kepala Badan Mutu KKP Bangka Belitung Dedy Arief, Hendriyanto, S. St. Pi., M. Si, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Pangkalpinang adalah Dr. David Oktaviandi, S.P., M.T.
Foto bersama usai menerima sertifikat (babel.indozone.id)
Dalam kesempatan itu, Dedy Arief Hendriyanto menjelaskan, 54 para pelaku UMKM telah mengikuti pelatihan HACCP, sembilan di antaranya pelaku usaha asal Kota Pangkalpinang.
"Kita berterima kasih kepada BI yang telah memfasilitasi biaya pelatihan, karena kalau untuk ikut saja itu biayanya Rp 5 juta sampai Rp 10 juta, tentu dengan tujuan yang sama semoga UMKM di Kota Pangkalpinang tambah maju, " harapnya.
Menurutnya, potensi UMKM di Pangkalpinang setiap tahunnya mengalami pertumbuhan, tentu ini harus direspon positif dengan terobosan bagaimana caranya memenuhi pasar global maupun nasional, yakni jaminan mutu para pelaku usaha harus memiliki sertifikat.
Sedangkan Rommy S Tamawiwy menuturkan, BI punya agenda tahunan berkontribusi memajukan ekonomi global dan memperkuat bisnis force (daya dorong bisnis), yakni dengan memberikan bantuan pelatihan kepada 54 para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bangka Belitung.
"BI ini selalu mengenalkan 3S. Sinergi membantu pelatihan para UMKM, semangat kepala 9 pelaku UMKM yang sudah menerima sertifikasi HACCP dan salut kepada Wali kota Pangkalpinang yang berkomitmen untuk menaikkan kelas para pelaku UMKM, " tuturnya.
Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin menerima lukisan bergambar ikan (babel.indozone.id)
Sementara itu Walikota Pangkalpinang H Saparudin menjelaskan, penyerahan
HACCP kepada sembilan Pelaku UMKM, merupakan respon yang positif dari BI maupun Badan Mutu Bangka Belitung, yakni memberikan pelatihan jaminan mutu prodak kelautan dan perikanan di Kota Pangkalpinang. Hal ini sangatlah penting, terutama produk produk yang dihasilkan untuk menjamin produk produk yang dihasilkan oleh UMKM memiliki standar mutu nasional maupun Internasional.
" Dengan terpenuhi standar mutu ini, para pelaku usaha bisa ekspor ke pasar global dan kita tetap melakukan pendampingnya. Intinya setiap tahun kita akan terus meningkatkan mutu kepada pelaku UMKM lainnya, diikut sertakan dalam pelatihan dikemudian hari, " tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan