Debat Perdana Pilkada Ulang Kota Pangkalpinang (babel.indozone.id/khamelia)
BANGKA BELITUNG - Debat Perdana Pilkada ulang Kota Pangkalpinang mulai terlihat memanas antar Pasangan Calon (Paslon) saat penajaman visi misi dan program yang telah dirumuskan panelis di Aula Aston Kota Pangkalpinang, Jum'at (8/8/2025).
Pantauan babel.indozone.id, dalam sesi kedua ini setiap Paslon mendapatkan waktu satu menit untuk menjawab pertanyaan panelis, kemudian dilanjutkan dengan tanggapan masing masing calon Wali Kota.
Calon Wali Kota Pangkalpinang Eka Mulya Putera, saat menjawab pertanyaan panelis program yang akan dijalankan dengan dampak perubahan iklim ke depan, lebih menyoroti menjamurnya pengembang perumahan tanpa melihat dampak dari tata ruang.
"Tata ruang itu harus selaras dan seimbang dengan regulasi yang dibuat. Perlu keberanian guna keselarasan, keseimbangan, hingga keberadaan lahan terbuka hijau yang akan berdampak pada serapan air, termasuk DAS tidak boleh diganggu gugat," tuturnya.
Baca juga: Debat Perdana Pilkada Ulang Pangkalpinang, Semua Paslon Sepakat Benahi Pendidikan dan kesehatan
Selanjutnya Calon Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil atau yang akrab disapa Molen, saat dsinggung strategi yang akan dilakukan untuk mengatasi inflasi dan ketahanan Pangan.
Menurut Molen, kedepan Pangkalpinang butuh pelabuhan baru, guna menekan biaya logistik, karena pelabuhan yang ada saat ini belum tergarap secara maksimal.
"Logistik bisa mahal karena barang yang masuk ke Pangkalbalam butuh waktu berjam-jam menunggu air pasang baru bisa merapat untuk bongkar logistik, ini yang terjadi selama ini. Tekan inflasi saya dak muluk- muluk, hal yang sederhana kita ajak warga untuk menanam cabai," ucapnya.
Sedangkan Calon Wali Kota Saparudin (Udin) saat disinggung program jangka panjang Pangkalpinang, infrastruktur dasar dan sarana air bersih, saat ini ia melihat drainase di Pangkalpinang sangat buruk, tidak teratur, hanya dranse horizontal sedangkan drainase vertikal tidak dirawat dengan baik.
"Saat ini kolong retensi tidak tidak dibangun secara optimal, dan kami berdua (Udin-Desi) akan mengoptimalkan pembangunan kolong retensi dan drainase vertikal yang lebih terprigram," ucapnya.
Sementara itu Calon Wali Kota Basit Cinda, saat disinggung strategi ekonomi merata dan pengembangan UMKM, bagi Paslon nomor 4, pertumbuhan buka semata-mata masuknya investasi, namun perlu diperhatikan juga serapan tenaga kerja lokal yang bisa berdaya saing.
"Pencari lapangan kerja lokal tidak terserap secara maksimal, makanya kedepan kita fokus lulusan SMA/SMK hingga universitas akan kita bina, kita bentuk skill-nya mempunyai bekal dan lebih kompeten dengan dunia kerja yang dibutuhkan," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan