Jumat, 10 JULI 2026 • 21:47 WIB

Lirik Lagu Maras Taun dari Belitung, Makna Puncak Perayaannya

Author

Perayaan Maras Taun (Perayaan Maras Taun)

Judul Lagu : Maras Taun
Ciptaan        : n/a

Rio campo irau degau urang de bebak
Kecik gede tua mudak gering becande
Kalok sidak endak tau cube ngenjungak
Gawai gede maras tau seluro dise

Maras taun adat barik urang Belitong
Tande sukor dapat padi baru deketam
Khatib lebai dukun kampong berapit ketong
Mace due ngidang tangan bebetak malam

Lepat pulut emping beras arus berete
Idang tambul ngisik dagak kedengan kupi
Kaluk renyek usa supan ngambik belebe
Ngisik kantong idang sangu melampun pagi

Lesong panjang rudat tiong beripat rutan
Seni barik urang tua ramai detunton
Tamba ramai suasane di Maras Taun
Sampai pagi baru uda balik berembun....  2x

Makna Maras Taun

Maras Taun berasal dari dua kata yakni “Maras” yang berarti memendekkan atau memotong dan “Taun” yang berarti tahun. Maras Tahun sendiri digelar untuk memperingati agenda satu tahunan pesta rakyat yakni merayakan masa penen raya.

Awal Mula Munculnya Tradisi Maras Taun

Munculnya tradisi Maras Taun (Maras Taon) ini bermula dari masyarakat Desa Selat Nasik, Pulau Mendanau, Kabupaten Belitung. Masyarakat Desa Selat Nasik yang berprofesi sebagai petani ini setiap tahunnya memperingati hari panen padi ladang.

Padi ladang sendiri memang berbeda dengan padi-padai lainnya karena hanya bisa dipanen setelah 9 bulan masa tanam. Dari sini maka perayaan panen padi ladang dilakukan masyarakat Desa Selat Nasik setiap satu tahun sekali.

Perkembangan Tradisi

Dalam perkembangannya, peringatan masa panen padi ladang di masyarakat Desa Selat Nasik ini meluas menjadi peringatan ungkapan syukur semua penduduk Pulau Mendanau.

Pelakunya juga bukan hanya petani saja, tapi juga seluruh profesi seperti nelayan dan lainnya. Jadi nelayan juga ikut merayakan peringatan ungkapan rasa syukur ini setelah musim penangkapan ikan tenggiri yang disertai keadaan laut yang tenang.

Tidak hanya pada masyarakat Pulau Mendanau saja, tapi tradisi Maras Taun ini kemudian meluas lagi perkembangannya pada masyarakat seluruh Pulau Belitung. Dari sinilah kemudian Maras Taun menjadi tradisi dan budaya masyarakat Belitung.

Rangkaian acara Maras Taun

Dalam tradisi Maras Taun ini ada serangkaian acara yang akan digelar. Bahkan begitu banyaknya acara dalam Maras Taun, membuat tradisi ini harus dilaksanakan selama tiga hari. Nantinya dihari ketiga atau hari terakhir akan ada puncak perayaan Maras Taun yang ditunggu-tunggu masyarakat.

Pada hari pertama dan kedua, Maras Taun akan ada beberapa pertunjukan kesenian yang digelar. Kesenian yang dipertunjukkan ini sendiri kebanyakan berasal dari Desa Selat Nasik yang merupakan tempat awal mula munculnya tradisi Maras Taun.

Beberapa kesenian yang dipertunjukkan pada hari pertama dan kedua Maras Taun ini antara lain Stambul Fajar, Teater Dulmuluk, Tari Piring khas Minang, dan lainnya. Tidak ketinggalan juga ada pentas musik organ tunggal yang dihadirkan untuk semakin memeriahkan tradisi Maras Taun.

Sebelum puncak Maras Taun ini digelar dihari ketiga, masyarakat akan menyiapkan berbagai hal seperti tepung tawar, garu/dupa, dan juga air. Tidak lupa juga sebelum puncak ritual diselenggarakan, akan ada prosesi pembersihan kampung yang dipimpin oleh dukun kampong. Ritual pembersihan kampung sendiri dilakukan dengan menggunakan daun neruse dan air.

Puncak Perayaan Maras Taun

Pada hari ketiga, perayaan Maras Taun mencapai puncaknya. Pada puncak perayaannya ini, juga digelar beberapa acara seperti pertunjukkan Tari Tumbuk Lesung dan lagu Maras Taun.

Tari Tumbuk Lesung dan lagu Maras Taun ini sendiri dibawakan oleh 12 gadis remaja dengan menggunakan kebaya khas petani perempuan beserta topi capingnya.

Tarian yang dibawakan sendiri menggambarkan petani yang bekerja menggarap dan memanen sawah. Sembari menari, para 12 gadis remaja ini juga menyanyikan lagu dengan lirik yang menyiratkan rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh.

Setelah tarian dan lagu Maras Taun ini dipentaskan, maka acara puncak dilanjutkan dengan kesalan. Dalam kesalan ini digelar lantunan doa syukur atas panen yang telah diperoleh. Dalam kesalan juga dilantunkan doa untuk permohonan keberkahan untuk panen di tahun depan.

Lantunan doa dalam kesalan sendiri dipimpin oleh 2 orang tetua adat. Nantinya setelah doa dipanjatkan maka tetua adat akan menyiramkan air yang telah dicampur dengan daun Nereuse dan Ati-ati. Ritual penyiraman ini dilakukan sebagai simbol membuang kesialan bagi warga desa. 

Berebut Lepat

Ritual penyiraman maka kemudian dilanjutkan dengan acara berebut lepat. Lepat sendiri adalah makanan yang dibuat dari beras ladang dengan warna merah dengan isian daging cingcang atau potongan ikan. Nantinya lepat-lepat berukuran kecil yang dibuat dengan jumlah ribuan ini akan dibagi kepada warga masyarakat.

Nah saat lepat kecil dibagi, masyarakat akan berebut untuk mengambilnya. Acara berebut lepat sendiri menjadi simbol kebahagiaan dan kegembiaraan masyarakat atas hasil panen yang diperoleh.

Pemotongan Lepat Besar

Selain lepat kecil, dalam puncak acara Maras Taun juga akan menjumpai lepat berukuran besar dengan berat sekitar 25 kg. Jadi sebelum lepat kecil dibagikan kepada warga maka terlebih dahulu akan dilakukan pemotongan lepat besar oleh pemimpin setempat ataupun tamu kehormatan.

Setelah dipotong-potong, lepat besar kemudian akan dibagi-bagikan kepada warga. Pemotongan dan pembagian lepat besar ini sendiri juga memiliki makna yaitu pemimpin yang selalu melayani rakyatnya.

Makna Maras Taun

Dari hakikat namanya, maka akan didapatkan makna dari tradisi Maras Taun yakni masyarakat yang meninggalkan tahun lalu dengan ucapan penuh rasa syukur dan juga permohonan agar di tahun depan banyak hal baik yang diperoleh.

Meski Maras Taun ini sudah menjadi budaya seluruh Belitung, tapi perayaan rutin setiap tahunnya hanya diagendakan di Desa Selat Nasik yang memang merupakan tempat pertama kali munculnya tradisi Maras Taun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU