BANGKA BELITUNG -- Tomi Permana membantah keras video yang beredar di media sosial, seolah dirinya penyebab Panwascam Kecamatan Giri Maya Mundur. Hal ini tak lepas dari kekesalannya terhadap Ketua Panwascam Girimaya Sarimin yang tidak berani jujur, terlihat berada di bawah tekanan seolah sudah terkondisikan.
"Semua yang hadir pasti memahami sikap saya. Ada sepenggal video yang beredar, terkesan saya lah penyebab mundurnya Panwascam, itu tidak benar sama sekali," kata Tomi.
Sambungnya, situasinya waktu itu ia berulang kali mengingatkan agar Ketua Panwascam Giri Maya Sarimin untuk jujur, tidak usah takut untuk mengungkap kebenaran mundurnya Panwascam akibat intimidasi dari Tim paslon dan oknum staf Bawaslu.
Setelah didesak, akhirnya Ketua Panwascam Sirimin mundur sebagai bentuk solidaritas dua anggota Panwascam lainnya yang berniat mundur akibat intimidasi dari Tim Paslon menolak untuk meminta maaf lewat video.
"Semua yang hadir mendengar langsung, setelah kita kroscek dan diakui langsung dari Ketua Bawaslu Pangkalpinang mundurnya Panwascam Girimaya karena ada intervensi dari Tim Paslon Nomor 3, clear kan. Jadi bukan saya penyebabnya, ini untuk meluruskan video negatif yang beredar," jelasnya.
Baca juga: Bangun Jaya Sentil Bawaslu Pangkalpinang, Lamban Tangani Panwascam yang Diintervensi Timses Paslon
Dalam rangka menjaga marwah demokrasi di Pangkalpinang, Tomi dengan lantang mengungkapkan, Panwascam tidak boleh takut dalam mengungkapkan alasan pengunduran diri mereka yang sebenarnya.
Menurutnya, proses Pilkada ulang Pangkalpinang tidak boleh dinodai oleh ketidakjujuran penyelenggara. Karena pesta demokrasi ini menelan biaya besar.
"Kalian Panwascam jangan takut, ungkapkan saja kalau memang ada tekanan dari salah satu tim kemenangan paslon, kalian itu digaji rakyat,” ucapnya dengan tegas di Sekretariat Panwascam Girimaya.
Tak hanya itu, Tomi menilai langkah yang dilakukan Bawaslu Kota Pangkalpinang tidak tegas atas pelanggaran yang dilakukan oleh tim Paslon 03.
“Kalau ada kejadian seperti ini Panwascam kita diintervensi agak miris, karena kita warga Pangkalpinang saya sendiri juga warga Girimaya cuma jangan seperti ini malahan orang dari luar yang mengobok-ngobok di wilayah kita,” katanya.
“Seharusnya langsung aja speak up, kalau pun memang benar adanya intervensi dari pihak lain, seharusnya bongkar saja semua,” tutur Tomi.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Pangkalpinang Imam Ghozali mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Bawaslu provinsi untuk tindak lanjut terkait tekanan yang diterima Panwaslu oleh pihak Paslon 03 Udin-Dessy.
“Benar, memang ada pelanggaran yang dilakukan oleh tim Paslon 03. Nanti kita akan koordinasi dulu dengan pihak Bawaslu provinsi. Nanti kami akan memberikan rilis resminya,” ucapnya singkat.
Untuk diketahui, pengunduran 3 Panwascam Girimaya tersebut setelah mendapat intervensi dari pihak Paslon 03.
Intervensi dilakukan pada saat Panwascam mendapati pelanggaran yang dilakukan oleh pihak Paslon 03 dengan menyebar Alat Peraga Kampanye (APK), di wilayah yang bukan zona kampanye pada Rabu malam di Kecamatan Girimaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan