Anggota panwascam Girimaya mengundurkan diri (babel.indozone.id/Revi Setiawan)
BANGKA BELITUNG -- Kabar tak sedap muncul jelang pemungutan suara Pilkada Ulang Kota Pangkalpinang. Beberapa anggota Panwascam dikabarkan mundur akibat dapat tekanan dan intimidasi dari salah satu Tim Paslon yang menggeruduk Panwascam Kecamatan Girimaya, Selasa (19/8/2025).
Informasi yang dihimpun, Seluruh anggota Panwascam Kecamatan Girimaya mendadak mengundurkan diri dan ikuti oleh staf Panwascam.
Penyebabnya, sore itu ada mis komunikasi antara Panwascam yang menegur, menindak tim salah satu Paslon yang melanggar peraturan yang berusaha cek cok mulut, bahkan pihak Panwascam diminta minta maaf ke salah satu parpol pengusung.
"Ramai pak ribut di dalam, masalah apa saya tidak tahu dak berani mendekat karena dijaga juga sama polisi," kata salah satu sumber yang namanya minta dirahasiakan, Selasa (19/8/2025).
Hingga berita ini diturunkan, Kamis (21/8/2025), kantor Panwascam Girimaya masih dijaga puluhan anggota kepolisian. Bahkan di dalam dilakukan rapat tertutup dengan Bawaslu Kota Pangkalpinang.
Saat dikonfirmasi, Ketua Bawaslu Pangkalpinang, Imam Ghazali, masih belum mengakui kejadian itu. Ia mengatakan, belum menerima surat pengunduran diri tersebut.
Sementara redaksi media ini, sudah mendapatkan dokumentasi salah satu surat pengunduran diri staf Panwascam.
“Perihal ini kami belum mengetahui, suratnya pun kami belum menerima,” kata Imam, Kamis, 21 Agustus 2025.
Jika terbukti, dugaan peristiwa ini menjadi ancaman pidana bagi penyelenggara, karena menghalangi tahapan Pemilu.
Selain itu, akan menjadi pelanggaran yang TSM, jika terbukti dugaan keberpihakan penyelenggara kepada salah satu Paslon.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan