Minggu, 20 JULI 2025 • 19:24 WIB

140 Lansia di Bangka Belitung Diwisuda, Lulusan Kesehatan, Wirausaha hingga Spiritualitas

Author

Wisuda sekolah lansia di Bangka Belitung (ho/khamelia)

BANGKA BELITUNG -- Suasana haru dan bangga mewarnai pelaksanaan prosesi Wisuda Sekolah Lansia yang diselenggarakan di Ruang Mahligai Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Sebanyak 99 lansia resmi diwisuda dalam program Sekolah Lansia Berdaya. 

Wisuda sekolah lansia ini adalah bentuk praktik baik dan apresiasi terhadap semangat lansia yang telah menyelesaikan proses pembelajaran. 

Hingga saat ini, telah terbentuk  tujuh sekolah lansia di tujuh kabupaten/kota di Babel, dengan total peserta aktif mencapai 140 lansia. Mereka mendapat pendadaran  terkait materi kesehatan, gizi, olahraga, pengelolaan stres, spiritualitas, dan kewirausahaan sederhana. 

Program ini merupakan bagian dari inisiatif "Sekolah Kehidupan Lansia", yang digagas sejak awal tahun 2024, bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, dan kegiatan sosial produktif. 

Baca juga: Kelahiran Bangka Belitung, Inilah Profil dan Perjalanan Karir Sofian Effendi, Mantan Rektor UGM yang Tarik Pernyataan Soal Ijazah Palsu Jokowi


Materi pembelajaran mencakup literasi baca tulis, kesehatan lansia, kewirausahaan rumah tangga, hingga pelatihan digital dasar.

“Wisuda sekolah lansia ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang apresiasi saja tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi masyarakat bahwa lansia dapat tetap produktif, sehat, dan mandiri dalam mendukung terwujudnya lansia tangguh menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Kepulauan Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa dalam sambutannya.

Fazar Supriadi menjelaskan bahwa pendidikan di sekolah lansia dibagi ke dalam tiga simbol jenjang: S1 atau Standar 1, untuk pengetahuan diri, misalnya tentang kesehatan, gizi dan sebagainya;  S2 untuk berbagi pengetahuan kepada keluarga; dan S3 untuk membagikan manfaat lebih luas ke masyarakat.

“Mereka belajar agar bisa mengingatkan anak cucunya tentang pentingnya gizi, pola hidup sehat, dan pencegahan stunting. Ini bagian dari kontribusi lansia terhadap pembangunan manusia Indonesia,” tambahnya.

Melalui acara ini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa pemberdayaan lansia adalah bagian penting dari pembangunan inklusif yang berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU