Prof. Sofian Effendi mantan Rektor UGM kelahiran Bangka Belitung (law.justice.co)
BANGKA BELITUNG -- Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. Sofian Effendi menarik semua pernyataan dalam sebuah video yang diunggah kanal YouTube Langkah Update berjudul, Mantan Rektor UGM Buka-bukaan! Prof Sofian Effendy Rektor 2002-2007! ljazah Jokowi & Kampus UGM! pada Rabu, 16 Juli 2025
Sofian memberi klarifikasi dan mencabut pernyataannya soal ijazah mantan Presiden Joko Widodo yang viral di media sosial.
Berikut ini adalah profil dan rekam jejak karir Prof. Sofian Effendi yang dirangkum dari garuda.kemendikbud.go.id.
Prof.Dr.Sofian Effendi lahir di Pulau Bangka Belitung pada tanggal 28 Februari 1945.
Sulung dari 11 bersaudara ini adalah putra seorang pensiunan pegawai negeri.
Pria berusia 80 tahun ini menamatkan Pendidikan dasarnya di Sekolah dasar negeri di Jebus Kabupaten Bangka Barat pada tahun 1957 dan menyelesaikan pendidikan menengahnya di Kota Pangkalpinang.
Sedari kecil Sofian adalah seorang kutu buku. Kegemarannya bermula dari membaca koran dan majalah yang dilanggani ayahnya Harian Keng Po dan Sin Po, serta majalah Waktu.
Ketika duduk di SMP ia sudah melahap karya sastrawan Indonesia sampai Rusia, hingga buku karangan Karl Marx. Bahkan di bangku SMA ia sempat ketagihan cerita silat. Kegemarannya ini ternyata banyak membantunya semenjak mahasiswa hingga sekarang.
Setelah menempuh Pendidikan enengah tas, anak melayu ini kemudian merantau ke kota Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikannya di Universitas Gajah Mada (UGM).
Pada tahun 1969, ia menyelesaikan pendidikannya di Jurusan Administrasi Negara UGM.
Selepas menyelesaikan pendidikannya di UGM, ia memulai karirnya sebagai akademisi/dosen fisipol UGM pada tahun 1970.
Dua tahun mengabdi pada almamaternya, pria bertubuh tinggi besar itu memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya di University of Pittsburgh, USA.
Tahun 1975, ia memperoleh gelar M.PIA untuk konsentrasi Pembangunan Ekonomi dan Sosial (Economic and social development), dan pada tahun 1978 berhasil memperoleh gelar Ph.D untuk konsentrasi Public Affairs.
Disertasi yang dipertahankannya Waktu itu berjudul Acceptance of Modern Contraceptives: A Field Study in Rural Yogyakarta.
Disertasinya pula yang menjadi mula keterlibatannya dalam masalah kependudukan.
Seiring berjalan Waktu, spesialisasi yang ditekuni beliau adalah analisis kebijakan public,seta pengawasan evaluasi kebijakan public.
Peofesor Kebijakan Publik UGM ini memiliki catatan karir dan pengalaman yang Panjang dalam mengajar, menjadi top manajemen dalam universitasnya dan menduduki posisi senior dalam birokrasi Indonesia.
Berikut perjalan karirnya:
Pernyataannya viral di media sosial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung Ke Sumber Berita