Jumat, 18 JULI 2025 • 00:00 WIB

Pengeroyokan Tiga Wartawan di Belitung Timur, Kapolda Babel: Lima Terduga Pelaku Diperiksa Intensif

Author

Konperensi Pers Kapolda Babel Irjen Pol Hendro Pandowo Insiden pengeroyokan terhadap tiga wartawan di Kabupaten Belitung Timur (Dok : Tangkapan Layar)

BANGKA BELITUNG -- Insiden pengeroyokan terhadap tiga wartawan di Kabupaten Belitung Timur mendapat perhatian khusus dari Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Hendro Pandowo.

Dalam konferensi pers pada Jumat (18/7/2025), Kapolda menyampaikan keprihatinannya atas tindak kekerasan yang menimpa para jurnalis yang saat itu tengah menjalankan tugas peliputan.

“Kami telah menerima laporan terkait insiden ini dan sangat menyayangkan terjadinya kekerasan terhadap rekan-rekan media,” ucap Hendro.

Peristiwa tersebut terjadi pada 17 Juli 2025 di kawasan tambak udang Kecamatan Damar.

Saat itu, para wartawan sedang berada di lokasi bersama petugas dari Dinas Kehutanan dan aparat desa untuk melakukan peninjauan lapangan.

Baca juga: Jadwal Penyaluran Bansos Beras 20 Kg untuk Warga di 7 Kecamatan Pangkalpinang

Menurut Kapolda, sempat terjadi dialog antara wartawan dan warga yang kemudian berkembang menjadi kesalahpahaman.

Situasi memanas dan akhirnya berujung pada aksi kekerasan yang menyebabkan luka-luka pada wartawan.

“Kapolres Belitung Timur langsung kami instruksikan untuk menangani kasus ini dengan cepat.

Termasuk mengawal proses hukum dan memastikan para korban mendapat penanganan medis,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, dan mengumpulkan bukti seperti rekaman video dari media.

Baca juga: Pemdes Perawas Salurkan Beasiswa untuk Puluhan Pelajar Kurang Mampu

“Proses penyelidikan telah ditingkatkan ke tahap penyidikan setelah gelar perkara dilakukan oleh jajaran Polres,” terang Hendro.

Hingga saat ini, sebanyak 14 orang telah diamankan untuk dimintai keterangan, dan dari hasil pemeriksaan sementara, lima orang diduga kuat sebagai pelaku utama dan sedang dalam proses penetapan tersangka.

Kapolda menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan aksi kekerasan seperti ini terjadi kembali.

“Kami akan menindak tegas siapa pun yang main hakim sendiri. Penegakan hukum harus berjalan demi menjaga ketertiban dan rasa aman masyarakat,” tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Konferensi Pers

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU