BANGKA BELITUNG -- Kelangkaan gas Melon (LPG 3 Kg), tak saja membuat resah ibu tumah tangga, para pedagang di negeri serumpun sebalai ikut menjerit karena sulitnya mendapatkan gas melon dalam satu bulan terakhir ini.
Demikian keluhan para pedagang saat melakukan audiensi bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Sri Gusjaya, difasilitasi Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKli), bersama tokoh masyarakat Ahmadi Sopian, HMI, serta pihak Pertamina.
"Tolong kami Pak Didit, sudah tiga minggu ini Saya tidak jualan, payah untuk cari gas melon," Kata Ika, Pedagang Kue saat hadir di ruang Banmus DPRD Provinsi Bangka Belitung, Senin (2/2/2026).
Sambungnya, sulitnya mendapatkan gas melon sudah dirasakan sejak akhir tahun 2025 lalu. Puncaknya, tiga minggu terakhir ini kesulitan semakin terasa, apalagi di eceran harga gas elpiji 3kg bisa tembus Rp 30.000 hingga Rp 50.000.
" Mungkin kalau harga Rp 30 ribu kami masih bisa bertahan pak, tapi saat ini sudah barangnya susah harganya sudah mencapai Rp 50.000. Iya kalau dapat gas melonnya, makanya Saya saat ini lebih mementingkan untuk kebutuhan dapur dulu, karena untuk jualan sulit ambil untungnya, " tutur Ika.
Hal senada disampaikan Abdul Kadir, ia terpaksa membeli gas Rp 50 ribu/tabung hanya untuk kebutuhan di rumah, sedangkan untuk jualan dengan terpaksa setop selama tiga minggu ini.
"Saya punya tiga tabung, satu untuk di rumah, sisanya untuk kebutuhan jualan. Jadi tolong, di sini kebetulan ada pihak Pertamina, ada ketua DPRD (Didit Sri Gusjaya), dan dinas terkait, tolong perhatikan nasib kami kami yang hanya hidup dari berjualan kecil-kecilan," ujarnya.
Terpisah, kelangkaan gas elpiji 3Kg membuat pusing para agen yang harus menyalurkan barangnya dengan cara dipilah. Hal ini tentu membuat sedikit kesalahpahaman warga yang berebut untuk mendapatkan gas melon.
"Biasanya saya dapat kiriman gas elpiji dua kali dalam setiap minggunya, kalau sekarang paling seminggu itupun hanya dijatah 40 tabung," Kata salah satu agen elpiji gas yang akrab disapa Ato Dana kepada babel.indozone.id beberapa waktu lalu.
Sambungnya, untuk pendistribusian satu bulan ini sangat menyulitkan dirinya. Dengan keterbatasan pasokan, ia harus memilah antara warga dan pedagang yang selama ini berlangganan ke tempat pangkalannya.
" Penyebabnya mandeknya pendistribusian gas, Saya sendiri tidak tahu pasti. Kabar yang kita dengar karena faktor cuaca, janjinya pertengahan bulan ini pasokan akan lancar, mudah mudahan, " harapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung