Direktur lembaga, Divo Dharma Silalahi, Ph.D (ist)
BANGKA BELITUNG -- Direktur Elektra Research Center Uniper, Divo Dharma Silalahi menyoroti maraknya hasil survei fiktif yang beredar di masyarakat.
Ia menegaskan bahwa banyak lembaga yang tidak menyampaikan metodologi secara transparan, sehingga hasilnya sulit dipertanggungjawabkan secara akademis maupun publik.
“Berdasarkan Keputusan KPU Kota Pangkalpinang Nomor 111 Tahun 2025, hanya dua lembaga yang terdaftar resmi untuk melakukan survei dan hitung cepat pada Pilkada Ulang nanti, yakni Elekta Research Center UNIPER dan Poltracking Indonesia,” ujar Divo, mengutip pertiba.ac.id, Selasa (12/8/2025).
Baca juga: Inilah Hasil Survei Elekta Research Center Uniper Terbaru Pilwako Ulang Pangkalpinang 2025
Divo menambahkan, Elekta Research Center UNIPER merupakan satu-satunya lembaga survei independen berbasis kampus di Pangkalpinang yang didirikan oleh akademisi dan profesional dari berbagai disiplin ilmu, khususnya statistika.
“Akurasi hasil kami telah terbukti dalam Pilpres dan Pilkada sebelumnya. Kami berharap hasil survei ini dapat menjadi referensi bagi KPU, Bawaslu, dan para kandidat untuk mewujudkan pilkada yang demokratis, jujur, dan adil,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pertiba.ac.id