BANGKA BELITUNG -- Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir turut memonitor kasus kekerasan yang dilakukan oleh oknum TNI di Bangka Belitung terhadap Sekretaris Muhammadiyah Babel, Hasan Rumata beberapa waktu lalu.
Perwakilan Tim Hukum Muhammmadiyah Kepulauan Bangka Belitung, Aldy Kurniawan mengungkapkan, terkait hal itu Ketum PP Muhammadiyah menyampaikan arahan agar perkara ini diselesaikan baik-baik dengan cara Muhammadiyah yang penuh dengan kesejukan serta dilakukan dengan guyub.
"Pada akhirnya terjadilah perdamaian ini. Atas kesepakatan keduabelah pihak telah dilaksanakan mediasi sekaligus perdamaian semalam bertempat di masjid muhajirin pada pukul 20.30 WIB," ujar Aldy kepada babel.indozone.id.
Aldy menuturkan, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) tadinya ingin meneruskan persoalan ini ke ranah hukum pidana umum, namun mereka tidak bisa memutuskan sepihak dari perspektif Tim Hukum ataupun AMM saja.
"Karena kami bergerak sejauh ini sepenuhnya atas bimbingan dari Ayahanda Sahirman selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah serta Ayahanda Hasan Rumata selaku korban pada peristiwa pidana tersebut," pungkasnya.
Hikmah dari peristiwa ini lanjut Aldy, berharap kedepan tidak terjadi lagi serupa.
"Bukan hanya Letda Jaka saja, kepada anggota TNI lainnya dimanapun berada agar tidak main hakim sendiri terhadap masyarakat sipil apalagi kepada ulama, karena setiap anggota TNI di Republik Indonesia ini harus menyadari bahwa TNI merupakan lembaga yang sejarahnya lahir dari rahim rakyat, oleh karenanya jangan pernah sekali-kali menyakiti rakyat," tuturnya.
Lebih lanjut kata Aldy perdamaian tersebut bukan berarti menghapuskan pelanggaran hukum yang melekat pada dirinya, kami akan tetap akan mengawal perkembangan penegakan hukuman internal dalam konteks penegakan disiplin sebagai anggota TNI terhadap Letda Jaka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan