BANGKA BELITUNG -- Prof. Dr. KH. Husnan Bey Fananie, Cucu pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor sekaligus mantan Duta Besar RI untuk Azerbaijan (2016–2020), menyampaikan pesan mendalam saat berkunjung ke lokasi replika Sekolah Laskar Pelangi di Belitung Timur.
Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan silaturahmi dan ramah tamah bersama tokoh agama dan alumni pondok modorn gontor di Belitung Timur.
Dalam pertemuan yang hangat bersama Bu Muslimah tokoh inspiratif dalam kisah Laskar Pelangi, bertempat di Replika Sekolah Laskar Pelangi (23/7/2025) .
Ia menekankan pentingnya menjaga semangat perjuangan dan keberagaman yang dilambangkan oleh pelangi.
"Insya Allah saya akan datang lagi ke sini bersama teman-teman. Karena Laskar Pelangi itu selalu membuat dunia lebih indah.
Pelangi itu berwarna-warni, tapi akan hilang jika ada awan, mendung, atau malam.
Maka jangan biarkan pelangi itu hilang. Biarkan ia terus hadir dan memberi harapan," ujarnya dengan nada ceria.
Ia juga menyoroti pentingnya Belitung sebagai kawasan strategis yang tak boleh dilupakan.
Ia mengingatkan agar daerah ini tidak hanya menjadi tempat eksploitasi sumber daya alam.
"Terus terang, kalau tidak ada sesuatu yang membanggakan, tidak banyak yang mau datang ke sini.
Orang hanya datang untuk mengambil isi buminya timah, lalu pergi.
Jangan biarkan Belitung menjadi tanah yang ditinggal begitu saja," tegasnya.
Lebih jauh, ia mengajak semua pihak untuk menjadikan aktivitas di bumi sebagai ibadah kepada Allah SWT, dengan kesadaran sebagai khalifah yang bertanggung jawab mengatur dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan