BANGKA BELITUNG -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Babel, Didit Sri Gusjaya, sudah membuat kesepakatan dan komitmen dengan pihak Pertamina, kelangkaan gas elpiji akan teratasi hingga batas waktu 5 Febuari 2025 mendatang.
" Ada empat poin dalam audensi kelangkaan gas elpiji 3kg, salah satunya dalam dua atau tiga hari ke depan tidak ada lagi kelangkaan gas elpiji 3kg," Kata Didit, usai memimpin audensi kelangkaan gas Melon di ruang Banmus DPRD Provinsi Babel, Senin 2 Februari 2026.
Sambungnya, selain komitmen mengatasi kelangkaan gas melon, pihaknya juga sudah membuat langkah langkah lanjutan.
Yakni, komitmen Pertamina tetap keberadaan gas elpiji 3kg selama bulan suci Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri mendatang.
" Kami dari DPRD akan terus memperharikan kebutuhan dasar masyarakat, salah satunya gas elpiji 3 kg tetap aman hingga Idul Fitri nanti, " tuturnya.
Poin positif lain yang bisa ambil kita tekankan, masih kata Didit, pihaknya meminta pihak Disperindag untuk membentuk Aparat Penegak Hukum (APH), melibatkan pihak kepolisian, kejaksaan, intansi lainnya, termasuk dengan pertamina dalam hal menindak ada tidaknya penyalahgunaan gas elpiji 3kg yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
" Poin terakhir, ada keinginan dari kita untuk mendirikan depot gas, karena kita ketahui daerah kita ini daerah kepulauan, sebagai antisipasi menjaga kelangkaan gas elpiji dikemudian hari, " tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Dan Wawancara