Kamis, 22 JANUARI 2026 • 21:55 WIB

Wali Kota Pangkalpinang Resmikan Kantor Kelurahan Pasir Garam, Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Author

Wali Kota Pangkalpinang, Prof Udin dan Wawako, Dessy Ayutrisna meresmikan kantor kelurahan Pasir Garam (ist)

BANGKA BELITUNG -- Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, atau yang akrab disapa Prof. Udin dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, Kamis (22/1/2026) secara resmi meresmikan kantor kelurahan Pasir Garam.

Rehabilitasi kantor tersebut bagian dari komitmen pemerintah Pangkalpinang memperbaiki kualitas pelayanan publik.

Bangunan yang sebelumnya kerap terendam banjir akibat posisi lebih rendah dari lingkungan sekitar itu kini berdiri representatif, nyaman, dan layak sebagai pusat pelayanan masyarakat.

Kondisi lama bahkan sempat membuat kantor lurah nyaris tak berfungsi saat musim hujan, dengan air menggenangi hampir seluruh bangunan

Prof. Udin menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pemerintahan harus dibarengi dengan reformasi pelayanan publik.

Menurutnya, gedung baru tidak boleh berhenti sebagai proyek fisik semata.

"Jangan sampai kantornya sudah bagus, tapi pelayanannya tetap lambat. Aparatur harus lebih responsif, ramah, dan lurah harus mudah dihubungi warganya," tegas Prof. Saparudin.

Prof. Udin berharap Kantor Kelurahan Pasir Garam dapat berkembang menjadi pusat aktivitas warga, tidak hanya untuk urusan administrasi, tetapi juga kegiatan sosial dan keagamaan.

"Kelurahan adalah rumah bersama masyarakat. Mari kita jaga dan manfaatkan kantor ini dengan semangat gotong royong," ujarnya.

Camat Pangkalbalam, Purnamawan, mengakui bahwa masih terdapat sejumlah sarana pendukung yang menggunakan fasilitas lama. Namun, ia memastikan pembenahan akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi keuangan daerah.

"Kami optimistis, ketika fiskal daerah membaik, sarana pendukung akan terus dilengkapi demi pelayanan masyarakat yang lebih maksimal," ujarnya.

Lurah Pasir Garam, Fahlevi Pradidaya, mengungkapkan bahwa selama hampir tiga tahun dirinya menjabat, persoalan banjir dan kerusakan kantor menjadi tantangan utama dalam memberikan pelayanan kepada warga.

"Kalau banjir, dari luar yang terlihat hanya atap. Tapi kami tetap berupaya melayani masyarakat sambil terus mengusulkan rehabilitasi," ujar Fahlevi.

Ia menyebut rehabilitasi berat kantor tersebut akhirnya terealisasi berkat dukungan lintas pihak, mulai dari masyarakat, RT, anggota DPRD, hingga pengawalan anggaran pemerintah daerah, meski prosesnya diwarnai berbagai dinamika.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU