Soroti Gerakan Ayah Mengambil Rapor, Bupati Bangka Pahami Perasaan Anak yang Tak Punya Ayah: Bisa Diwakilkan Ibu atau Paman
BANGKA BELITUNG-- Surat edaran dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka melalui masing-masing sekolah bahwa para ayah diminta datang untuk mengambil raport anaknya pada, Jumat (19/12/2025) besok menuai pro dan kontra.
Gerakan Ayah Mengambil Raport Anak (GEMAR) ini merupakan kebijakan diluncurkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) secara resmi melalui Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 14 Tahun 2025.
Terkait Gerakan Ayah Ambil Raport Anak, Bupati Bangka Fery Insani menyoroti kebijakan tersebut.
Diakui, Fery memang dia menandatangani surat Gerakan Ayah mengambil Raport Anak di Kabupaten Bangka. Sebagai bupati dia mendukung gerakan tersebut, namun dia juga memahami perasaan anak-anak yang yatim yang ayahnya sudah meninggal ataupun para anak korban perceraian.
Bagi anak yang tidak punya ayah, dia meminta agar jangan bersedih karena ibu ataupun paman mereka bisa mewakili ayah untuk mengambil raport anak.
"Ada juga yang bilang pak bagaimana yang tidak punya ayah, kalau yang tidak punya ayah, bisa diwakili ibu atau paman. Saya tidak bermaksud menyinggung anak-anak yang tidak punya ayah," ucap Fery saat dikonfirmasi wartawan usai acara di Rumah Makan Pangeran pada Kamis (18/12/2025).
Untuk itu dia meminta maaf buat para anak yatim jika Gerakan Ayah Mengambil Raport ini melukai perasaan mereka.
Ditegaskannya, kebijakan ini tidak bermaksud menyinggung para anak yatim.
"Kita tidak bermaksud menyinggung perasaan mereka. Sungguh tidak bermaksud menyinggung mereka," ucap Fery kembali.
Menurut Fery, para anak yatim menjadi tugas negara untuk mengayominya.
"Itu menjadi tugas pemerintah, Jadi kalau saya bilang bagaimana seorang anak tidak punya ayah itu tugas pemerintah. Karena mereka sebenarnya kelompok yang diprioritaskan," ungkap Fery.
Dia menilai terkadang ayah ini sibuk bekerja sehingga anak-anak kehilangan figur ayah atau lost parent. Kendati demikian seharusnya sesibuk apapun para ayah lebih memperhatikan anak-anak mereka. Namun dia juga tidak memungkiri peran seorang ibu sangat besar dalam mendidik dan menunjang keberhasilan anak-anak.
Dia mencontohkan keluarganya sendiri, di mana pendidikan anak-anaknya berhasil karena didikan istrinya yang sangat berperan besar.
"Saya punya anak 4, anak saya berhasil karena ibunya. Saya tidak sombonglah, anak saya pertama lulusan ITB Bandung dan pernah sekolah di Belanda. Kedua juga dapat di perguruan tinggi negeri juga dan akan melanjutkan beasiswa di luar negeri. Kalau saya bangga, nggak karena memang itu figur ibu. Anak itu berhasil sebetulnya figur ibunya yang dominan," jelas Fery.
Dia mengatakan, tidak masalah jika Gerakan Ayah Ambil Raport Anak ini menuai pro kontra. Baginya kritikan ini memberikannya masukan yang baik.
"Ayah-ayah juga jangan melepaskan semuanya kepada ibu," pesan Fery.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: