Kasus Diabetes di Bangka Belitung Terus Meningkat, Pemprov Salurkan Insulin, Kenapa Pasien Harus Suntik Insulin? Ini Alasannya
BANGKA BELITUNG -- Kasus diabetes melitus di Provinsi Bangka Belitung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini tentu saja berakibat buruk terhadap kualitas kesehatan masyarakat.
PT Kalbe Farma menyerahkan hibah 10.000 pen insulin basal yang diterima oleh Gubernur Babel, Hidayat Arsani, Jumat (12/9/2025).
Insulin tersebut memiliki masa berlaku hingga November 2025, sehingga distribusi akan dipercepat.
“Ini merupakan salah satu solusi bagi masyarakat penderita diabetes. Kami pastikan penyalurannya berjalan tepat sasaran agar bisa segera digunakan,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Babel, Andi Nurtito.
Andi menerangkan, kasus diabetes melitus di Kepulauan Babel, terus menunjukkan tren peningkatan.
Menurut Andi, berdasarkan data pada tahun 2023 lalu, penderita diabetes melitus di Babel tercatat 28.559 orang. Di tahun 2025 ini, kata Andi, jumlahnya diperkirakan sudah menembus 30 ribu penderita.
“Angka ini cukup tinggi, karena kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat masih rendah," ujarnya.
"Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan, menjaga pola makan, mengurangi konsumsi gula, berhenti merokok dan rajin berolahraga,” tutupnya.
Kapan waktu yang tepat pasien suntik insulin?
Suntik hormon insulin biasanya dipakai untuk membantu mengendalikan kadar gula darah pada penyakit diabetes.
Cara kerja dari insulin buatan ini mirip dengan hormon insulin yang dibuat secara alami di dalam tubuh, yaitu mengontrol kadar gula di dalam darah dengan mengubahnya menjadi energi.
Tak hanya itu, insulin juga membantu mencegah organ hati membentuk gula berlebih.
Menggunakan suntik insulin tentu harus berdasarkan petunjuk dan arahan dari dokter.
Biasanya, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan terhadap pengidap sebelum memberikan jenis maupun dosis suntik insulin, termasuk pemeriksaan fisik dan pendukung seperti pemeriksaan gula darah dan HbA1c.
Pemberian suntikan hormon insulin bisa dilakukan sebelum makan atau malam hari sebelum tidur untuk menjaga kestabilan kadar gula dalam darah.
Meski begitu, setiap jenis obat memiliki cara kerja yang tidak sama.
Inilah mengapa, penggunaannya juga harus sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing pengidap.
Sudah pasti, pasien dilarang untuk mengganti jenis insulin, mengubah dosisnya, bahkan menghentikan pemakaiannya tanpa bertanya atau berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter.
Suntikan hormon insulin diberikan untuk pengidap diabetes tipe 1 dan 2 sebagai pengganti fungsi dari hormon insulin, hormon yang seharusnya dibuat oleh organ pankreas.
Penyakit diabetes tipe 1 membuat tubuh pengidap tidak mampu menghasilkan hormon insulin dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan, bahkan tidak bisa dibuat sama sekali.
Kondisi tersebut membuat suntik hormon insulin menjadi pilihan pengobatan paling utama untuk orang-orang dengan kondisi diabetes tipe 1.
Sementara itu, untuk penyakit diabetes tipe 2, tubuh masih mampu membuat hormon insulin secara alami.
Namun, jumlah tidak mampu mencukupi atau sel yang berada di dalam tubuh tidak sensitif terhadap dampak dari hormon ini.
Berkaitan dengan kondisi tersebut, dokter umumnya merekomendasikan terapi pengobatan lainnya, seperti disiplin menjalani gaya hidup sehat dan meresepkan obat diabetes dalam bentuk oral atau minum.
Meski begitu, apabila diabetes yang terjadi semakin memburuk dan pengobatan lainnya tidak efektif, dokter akan merekomendasikan pemakaian suntikan hormon insulin pada pengidap.
Diabetes menjadi salah satu masalah kesehatan yang bisa terjadi pada siapa saja, terlebih pada orang dengan pola hidup dan pola makan yang tidak sehat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan