Kamis, 07 AGUSTUS 2025 • 20:00 WIB

Detik-detik Letda Jaka Tertunduk Minta Maaf ke Hasan Rumata, tak Menyangka Orang yang Dia Pukul Sosok Ulama Muhammadiyah Bangka Belitung

Author

Letda Muhammad Jaka meminta maaf atas perlakuannya terhadap Sekretaris Muhammadiyah Bangka Belitung, Hasan Rumata. (ho/babel.indozone.id)

BANGKA BELITUNG -- Berbadan tegap dan berkopiah hitam, Anggota TNI Letnan Dua (Letda) Muhammad Jaka tertunduk di hadapan Hasan Rumata yang dikenal sebagai Ulama sekaligus Sekretaris Muhammadiyah Bangka Belitung.

Bertempat di Masjid Muhajirin, Jalan Balai Pangkalpinang pada Rabu malam tanggal 6 Agustus 2025,Jaka meminta maaf atas perlakuan kasarnya terhadap Hasan Rumata beberapa waktu lalu.

Muhammad Jaka mengakui, pemukulan dan pengumpatan yang dilakukannya terhadap Hasan Rumata merupakan kekhilafan sebagai manusia biasa. 

Dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut, mulai saat ini hingga di kemudian hari.

"Saya Muhammad Jaka meminta maaf sedalam-dalamnya kepada Bapak Hasan Rumata. Atas kekhilafan saya, telah memukul dan mengumpat Bapak Hasan," ungkapnya.

Muhammad Jaka juga mengaku pada saat kejadian, tidak mengetahui Ustadz Hasan Rumata merupakan Sekretaris Muhammadiyah Bangka Belitung.

"Itu murni kekhilafan saya sebagai manusia biasa. Dan saya tidak tau sama sekali bahwa Bapak Hasan ialah Sekretaris Muhammadiyah Bangka Belitung," tuturnya.

Gayung bersambut, Ustadz Hasan Rumata menerima permohonan maaf dari Muhammad Jaka. Menurutnya, penyelesaian masalah Ini, mengedepankan cara-cara Muhammadiyah, yaitu dengan cara-cara sejuk serta damai kekeluargaan.

"Atas nama pribadi dan keluarga, kami memaafkan ananda Muhammad Jaka," katanya.

Selain itu, Ustadz Hasan Rumata mempertimbangkan suasana kondusifitas umat yang ada di Kepulauan Bangka Belitung. Demi hubungan silaturahmi lebih baik antara TNI dan Muhammadiyah kedepan.

"Ini bagian dari memperbaiki suasana kehidupan dan hubungan antara Muhammadiyah dan TNI," tutupnya.

Namun, proses perdamaian ini tidak menghentikan sanksi tindakan disiplin yang berlaku di institusi TNI terhadap Letda Muhammad Jaka.

Kronologi

Hasan Rumata mengalami dugaan penganiayaan oleh oknum anggota TNI yang bertugas di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung.

Peristiwa terjadi Jumat (1/8/2025), saat terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Sudirman.

Saat itulah seorang oknum TNI secara tiba -tiba menyerang korban. Tak saja pemukulan umpatan kasar dilakukan oknum berseragam, hingga kasusnya dilaporkan ke DENPOM 11/5 Pangkalpinang, Sabtu (2/8/2025).

"Iya saya dipukul, dan diumpat dengan kata-kata tak pantas," kata Hasan Rumata.  

Sementara itu tim hukum Muhammadiyah Aldy Kurniawan meyakini kasus yang ditanganinya memenuhi unsur pidana.

Ia berharap, dengan pelaporan yang dibuat oleh kliennya bisa ditindaklanjuti dengan cepat, karena ia khawatir ini akan mengundang kemarahan umat karena kliennya merupakan panutan bagi banyak orang.

"Kami minta cepat ditindak, jika tidak kami akan bawa permasalah ini ke Panglima TNI," tukasnya.

Dandim Silaturahmi

Kasus dugaan penganiayaan yang menimpa Sekretaris PW Muhammadiyah Bangka Belitung Hasan Rumata yang dilakukan oknum TNI Letnan Satu Jaka Budi Utama, berlanjut dengan digelarnya silaturahmi kedua belah pihak di BNPM Babel, Sabtu (2/8/2025) malam.

Pantauan babel.indozone.id, sekitar pukul 19.00 WIB, kedatangan Dandim 0413/Bangka, Letkol Arhan Agung, Komandan Subdenpom Bangka Letnan Kolonel Harry Simarmata, beserta perwira lainnya disambut baik Keluarga besar PW Muhammadiyah Bangka Belitung.

Tak kurang dari satu setengah jam lamanya, pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban.

Disampaikan Letkol Arhan Agung, saat ini pelaku sudah ditahan, pihaknya berkomitmen akan tetap menindak tegas oknum yang telah melakukan pelanggaran dan berjanji proses hukumnya akan dilakukan secara transparan, terkhusus kepada keluarga besar Muhammadiyah.

Sementara itu tim hukum Muhammadiyah yang diwakili Aldy Kurniawan, menyambut baik komitmen pihak TNI yang akan tetap menindak tegas pelaku penganiayaan.

"Alhamdulillah silaturahmi keluarga besar Muhammadiyah dengan Dandim 0413/Bangka berlangsung penuh kekeluargaan, secara kelembagaan Pak Dandim dan Komandan Subdenpom meminta maaf, proses hukum tetap berjalan," tuturnya.

Sambung Aldy, dalam pertemuan disepakati permasalahan yang dilakukan oknum TNI jangan sampai melebar jauh, hal ini untuk menjaga agar suasana tetap kondusif antara TNI dan Muhammadiyah.

"Kita semua tahu, TNI lahir dari rahim Muhammadiyah, karena pahlawan nasional Jenderal Soedirman memiliki keterkaitan erat dengan Muhammadiyah, bahkan kami semua yang hadir baru tahu ternyata Pak Dandim bagian dari Keluarga Besar Muhammadiyah," tukasnya.

Peristiwa naas yang menimpa Sekretaris PW Muhammadiyah Provinsi Bangka Belitung, saat ini menjabat Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bangka Belitung, Hasan Rumata, Jumat (1/8/2025) malam lalu.

Saat itu pelaku oknum TNI yang bernama Jaka memutar arah dari Kopi Kingkong tanpa menghiraukan larangan rambu lalu lintas. Sehingga terjadilah insiden kecil laka lantas antara kedua mobil yang waktu itu dikemudikan Hasan Rumata jalur satu arah menabrak kendaraan milik pelaku.

Dalam kejadian singkat itu oknum TNI berinisial JK naik pitam dan langsung memukul bagian dada korban, tak hanya di situ umpatan kata- kata kasarpun dilontarkan pelaku, hingga akhirnya kini pelaku ditahan dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Ketum PP Muhammadiyah bersuara

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir turut memonitor kasus kekerasan yang dilakukan oleh oknum TNI di Bangka Belitung terhadap Sekretaris Muhammadiyah Babel, Hasan Rumata beberapa waktu lalu.

Perwakilan Tim Hukum Muhammmadiyah Kepulauan Bangka Belitung, Aldy Kurniawan mengungkapkan, terkait hal itu Ketum PP Muhammadiyah menyampaikan arahan agar perkara ini diselesaikan baik-baik dengan cara Muhammadiyah yang penuh dengan kesejukan serta dilakukan dengan guyub.

"Pada akhirnya terjadilah perdamaian ini. Atas kesepakatan keduabelah pihak telah dilaksanakan mediasi sekaligus perdamaian semalam bertempat di masjid muhajirin pada pukul 20.30 WIB," ujar Aldy kepada babel.indozone.id.

Aldy menuturkan, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) tadinya ingin meneruskan persoalan ini ke ranah hukum pidana umum, namun mereka tidak bisa memutuskan sepihak dari perspektif Tim Hukum ataupun AMM saja.

"Karena kami bergerak sejauh ini sepenuhnya atas bimbingan dari Ayahanda Sahirman selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah serta Ayahanda Hasan Rumata selaku korban pada peristiwa pidana tersebut," pungkasnya.

Hikmah dari peristiwa ini lanjut Aldy, berharap kedepan tidak terjadi lagi serupa.

"Bukan hanya Letda Jaka saja, kepada anggota TNI lainnya dimanapun berada agar tidak main hakim sendiri terhadap masyarakat sipil apalagi kepada ulama, karena setiap anggota TNI di Republik Indonesia ini harus menyadari bahwa TNI merupakan lembaga yang sejarahnya lahir dari rahim rakyat, oleh karenanya jangan pernah sekali-kali menyakiti rakyat," tuturnya.

Lebih lanjut kata Aldy perdamaian tersebut bukan berarti menghapuskan pelanggaran hukum yang melekat pada dirinya, kami akan tetap akan mengawal perkembangan penegakan hukuman internal dalam konteks penegakan disiplin sebagai anggota TNI terhadap Letda Jaka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU