Rabu, 23 JULI 2025 • 16:11 WIB

Kunjungan ke Sekolah Laskar Pelangi, Begini Pesan Menyentuh KH Husnan Bey Fananie

Author

Momen Prof. Dr. KH. Husnan Bey Fananie, MA bersama Bu Muslimah saat berkunjung ke Replika Sekolah Laskar Pelangi (Dok : Elvan)

BANGKA BELITUNG -- Prof. Dr. KH. Husnan Bey Fananie, Cucu pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor sekaligus mantan Duta Besar RI untuk Azerbaijan (2016–2020), menyampaikan pesan mendalam saat berkunjung ke lokasi replika Sekolah Laskar Pelangi di Belitung Timur

Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan silaturahmi dan ramah tamah  bersama tokoh agama dan alumni pondok modorn gontor di Belitung Timur.

Dalam pertemuan yang hangat bersama Bu Muslimah tokoh inspiratif dalam kisah Laskar Pelangi, bertempat di Replika Sekolah Laskar Pelangi (23/7/2025) .

Ia menekankan pentingnya menjaga semangat perjuangan dan keberagaman yang dilambangkan oleh pelangi.

"Insya Allah saya akan datang lagi ke sini bersama teman-teman. Karena Laskar Pelangi itu selalu membuat dunia lebih indah.

Pelangi itu berwarna-warni, tapi akan hilang jika ada awan, mendung, atau malam.

Maka jangan biarkan pelangi itu hilang. Biarkan ia terus hadir dan memberi harapan," ujarnya dengan nada ceria.

Ia juga menyoroti pentingnya Belitung sebagai kawasan strategis yang tak boleh dilupakan.

Ia mengingatkan agar daerah ini tidak hanya menjadi tempat eksploitasi sumber daya alam.

"Terus terang, kalau tidak ada sesuatu yang membanggakan, tidak banyak yang mau datang ke sini.

Orang hanya datang untuk mengambil isi buminya timah, lalu pergi.

Jangan biarkan Belitung menjadi tanah yang ditinggal begitu saja," tegasnya. 

Lebih jauh, ia mengajak semua pihak untuk menjadikan aktivitas di bumi sebagai ibadah kepada Allah SWT, dengan kesadaran sebagai khalifah yang bertanggung jawab mengatur dunia.

"Bumi ini makhluk Allah. Kita hanya numpang di atasnya, tapi seringkali kita malah mengambil terlalu banyak dari dalamnya. Saatnya kita memakmurkan bumi, setelah kita mendapatkan segalanya darinya," tuturnya.

KH. Husnan menutup pertemuan tersebut dengan doa dan harapan agar Bu Muslimah dan masyarakat Belitung Timur senantiasa diberi kesehatan, umur panjang, dan tetap menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia.

"Belitung ini harus menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Dan Ibu Muslimah adalah simbol semangat itu.

Semoga beliau dan masyarakat di sini menjadi benteng pertahanan terakhir peradaban umat Islam," pungkasnya.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU