BANGKA BELITUNG -- Desa Namang menjadi lokasi pencanangan mock up (percontohan) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Provinsi Bangka Belitung (Babel). Launching koperasi desa dihadiri Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani.
Peresmian koperasi desa serentak dilaksanakan secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto dari Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dilakukan secara hybrid.
“Hari ini adalah hari bersejarah, karena kita memulai sebuah usaha yang besar. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini merupakan alat perjuangan yang dapat membantu kita membangun dari ekonomi lemah menuju ekonomi yang kuat,” ujar Presiden.
Prabowo juga turut menekankan bahwa konsep koperasi adalah wujud nyata dari semangat gotong royong yang merupakan jati diri yang dimiliki Bangsa Indonesia.
“Delapan puluh ribu koperasi ini kita dorong sebagai langkah konkret untuk memperpendek rantai distribusi, terutama aliran bahan-bahan penting bagi rakyat, termasuk obat-obatan. Rakyat kecil yang ekonominya lemah harus memiliki akses yang mudah terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” tambahnya.
Baca juga: Polemik dengan Wakil, Gubernur Babel Hidayat Sebut Ingin Fokus Bekerja, Tak Puas Silahkan Gugat PTUN
Presiden juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kepentingan nasional. Menurutnya inisiatif yang dilakukan ini bukan hanya milik kelompok tertentu, melainkan sebuah upaya dan usaha bersama sebagai Bangsa untuk membela rakyat.
“Selanjutnya saya juga berpesan epada para pengurus, laksanakan tugas dengan baik. Buktikan bahwa propaganda yang menyebut koperasi tidak mungkin berhasil adalah keliru,” tegasnya.
Gubernur Provinsi Kepulauan Babel, Hidayat Arsani menegaskan pemerintah daerah ataupun seluruh jajaran Forkopimda, serta instansi vertikal siap memberikan dukungan.
“Dari bawah sampai atas satu alur yakni untuk mensejahterakan rakyat dan kita ikuti aturan serta instruksi Presiden,” ucapnya.
Bupati Bangka Tengah menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah tidak hanya ingin Koperasi hanya terbentuk saja secara seremonial, melainkan menguatkan serta menjadi roda bagi ekonomi desa dan kelurahan.
“Koperasi ini harus menjadi suatu stimulan dan wadah agar perekonomian Desa/kelurahan itu bertumbuh. Jadi tidak hanya dibentuk secara administratif dan diresmikan secara seremonial, melainkan Koperasi ini harus memberikan akses kemudahan, memperpendek rantai distribusi serta yang terpenting harus aktif, produktif, serta berkelanjutan,” tegas Algafry.
Algafry juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk aktif berperan dalam memperkuat koperasi sebagai tulang punggung pembangunan ekonomi rakyat.
Ia juga menyampaikan harapan dan pesan kepada pengurus koperasi menjunjung nilai integritas, transparansi, adaptif serta mengokohkan gotong royong seperti pesan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
“Koperasi Desa/Kelurahan ini menjadi suatu harapan baru. Kami meyakini pengurus Koperasi yang diamanahkan ini bisa mengelola secara profesional, berintegritas dan transparan, yang berujung menjadikan koperasi sebagai lokomotif perubahan menuju Desa/Kelurahan yang mandiri, sejahtera, maju, berdaya saing serta berkelanjutan,” terangnya.
Pada kegiatan ini dilaksanakan juga Operasi Pasar Murah oleh Disperindagkop-UKM Bangka Tengah serta Cek Kesehatan Gratis oleh Dinas Kesehatan Bangka Tengah serta Puskesmas Namang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan