Kamis, 17 JULI 2025 • 18:04 WIB

Potensi Radikalisme di Bangka Belitung Nomor 8 di Indonesia

Author

Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme dan Terorisme di Kota Pangkalpinang Oleh Detasemen Khusus ( Densus) 88 Anti Teror Polri Satgaswil Kepulauan Bangka Belitung (babel.indozone.id/khamelia)

BANGKA BELITUNG -- Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri Satgaswil Kepulauan Bangka Belitung, AKBP Maslikan mengungkapkan, penyebaran paham radikalisme terorisme di era ini masif melalui media sosial.

"Sasaran utamanya adalah kalangan muda atau milenial yang lebih banyak menggunakan dan memiliki akun media sosial," kata dia melalui zoom meeting, Kamis (17/07/2025) dalam acara Sosialisasi Wawasan Kebangsaan.

Hal ini membuat Indeks Potensi Radikalisme tahun 2024 Bangka Belitung mencapai 14,3 persen atau nomor 8 tertinggi di Indonesia. 

Nomor satu Banten, Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, Nusa Tenggara Barat, DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan.

"Kalangan dunia pendidikan dari usia Paud hingga perguruan tinggi, kita juga banyak yang terpapar paham radikalisme terorisme, dan saat ini berlangsung cukup masif termasuk melalui medsos.Makanya kita ingatkan untuk senantiasa bijak bermedsos," kata AKBP Maslikan.

Asisten I Bidang Pemeritahan dan Kesra Kota Pangkalpinang, Akhmad Subekti membuka kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme dan Terorisme di Kota Pangkalpinang oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri Satgaswil Kepulauan Bangka Belitung.

Akhmad Subekti mengapresiasi atas dilaksanakannya kegiatan ini secara zoom meeting, Kamis,(17/07/2025).

Kegiatan ini juga diikuti 50 peserta yang terdiri dari qori-qoriah dan dewan hakim MTQ Kota Pangkalpinang, yang akan berlangsung 23 Juli 2025, termasuk pengurus Masjid Kubah Timah Pangkalpinang.

"Walaupun di Kota Pangkalpinang masih kondusif, tetapi kita tetap harus waspada dan paham akan berbahayanya intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme. Maka kita harus bisa saling menjaga diri termasuk bijak dalam bermedia sosial," harap Subekti.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung Dan Wawancara Langsung, Media Sosial

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU