Rabu, 09 JULI 2025 • 13:51 WIB

35 Warga Bangka Belitung Korban Online Scam Luar Negeri Nangis-nangis Minta Dipulangkan, Didit Sebut Babel Nomor 3 Rawan TPPO

Author

Foto bersama dalam acara perlindungan dan penanganan pekerja Indonesia asal Babel di sektor judi online dan online scam di luar negeri (khamelia)

BANGKA BELITUNG -- Sebanyak 35 warga Bangka Belitung menjadi Korban TTPO judi online dan online scam di luar negeri. Hingga saat ini para korban masih membutuhkan bantuan untuk dipulangkan ke Babel.

"Mereka nangis-nangis minta dipulangkan karena para korban ini telah mengalami eksploitasi, keluarga mereka besok rencananya mau datang untuk membicarakan hal ini," ujar Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya Rabu (9/7/2025), usai acara Perlindungan dan Penanganan Pekerja Imigran Asal Indonesia di Sektor Judi Online dan Online Scam di Luar Negeri, bertempat di Swissbel Hotel Pangkalpinang.

Didit menyebutkan, Babel menjadi korban TPPO judi online dan scam ketiga se-Indonesia. Para korban terbanyak berada di Kamboja dan Myanmar.

"Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi di Babel ini tengah kesulitan mendapatkan pekerjaan, mereka yang tergiur dan berangkat akhirnya menyesal," ujarnya.

Untuk itu lanjut Didit, pemerintah daerah harus turun tangan dengan mengubah kebijakan anggaran. Sebab untuk mengurus kepulangan korban membutuhkan uang.

"Sebelumnya kita sudah pernah memulangkan 78 orang, padahal saat itu APBD tidak ada, akhirnya saya memberanikan diri untuk pinjam uang partai saya dulu sebesar Rp 95 juta, tapi sekarang sudah dikembalikan," kata Didit.

Untuk itulah Didit meminta kepada pihak dusun ataupun desa untuk benar-benar memantau warganya. 

"Susahnya gini, kita kaget rata-rata korban ini bikin paspornya di Jakarta Utara, bukan di sini. Ini menjadi perhatian pemerintah daerah supaya tidak terulang lagi," ujarnya.

Balai Latihan Kerja (BLK) yang selama ini tidak ada rencananya kata Didit akan dibuka kembali.

"Kami akan menghidupkan BLK, yang selama ini distop akan dihidupkan lagi. Kita butuh mempersiapkan keahlian agar tidak disia siakan," tukasnya.

Staf Ahli Ekonomi Provinsi Babel, Eko Kurniawan mewakili Gubernur Hidayat Arsani berharap agar semua pihak memperkuat sinergi.

"Pencegahan dini melalui edukasi agar warga tidak berangkat ke luar negeri dengan diiming-imingi kerjaan dan lainnya, padahal tujuannya untuk eksploitasi, intinya perkecil kantong-kantong masuk imigran," ujar Eko seraya menyebutkan pemerintah juga menyambut baik adanya pelatihan-pelatihan kerja.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Dan Wawancara Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU