Penambang di Bangka Tewas Diterkam Buaya, Berikut Tips Menyelamatkan Diri dari Serangan Predator
BANGKA BELITUNG - Jasad penambang timah, Febri Yansyah (19) berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan Provinsi Bangka Belitung setelah tiga hari hilang diterkam buaya di Sungai Pelaben Bangka.
Jenazah korban ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi pertama kali disambar predator mematikan itu, Jumat (4/7/2025) sore.
Korban diterkam buaya di Bangka Belitung sudah tak terhitung lagi. Mereka yang menjadi korban rata-rata saat berada di dekat perairan dengan berbagai aktivitas, seperti memancing, mandi di sungai hingga bekerja sebagai penambang timah.
Nah, penting bagi kita mengetahui cara menyelamatkan diri dari serangan buaya:
- Segera Jauhi Lokasi Air: Tanyakan kepada warga setempat di mana buaya tinggal dan jangan berenang di luar daerah yang ditentukan
- Jangan pergu di air keruh, berenang di senja atau malam hari, karena waktu tepat bagi buaya untuk berburu dan lebih sulit untuk dilihat
- Sadar dengan Lingkungan: Jika Anda berada di dalam atau di sekitar air tempat buaya tinggal, Anda harus tetap waspada. Karena buaya dapat menyembunyikan diri dengan sangat baik di dalam air, sering kali hanya menjaga mata dan lubang hidungnya di atas air atau sepenuhnya tenggelam.
-
Jangan menjuntai lengan atau kaki dari perahu ke air, jangan berjalan terlalu dekat dengan sungai atau danau, dan hindari tumbuh-tumbuhan lebat yang bisa memberi hewan-hewan ini perlindungan.
- Jaga Jarak: Jika tidak sengaja berada dekat dengan hewan ini, lebih baik segera menjaga jarak. Petugas penjaga hutan liar di Australia menyatakan bahwa jarak aman yang minimum dari perairan habitat buaya adalah setidaknya 25 meter.
- Jangan Kejutkan Mereka: Jika berada di dekat buaya, buat suara yang begitu pelan atau bersiul. Sebab, cara ini akan membuat mereka nyaman dengan kehadiran Anda dan tidak begitu terancam. Jika Anda panik dan berteriak, kemungkinan buaya menyerang Anda akan sangat besar.
- Lari Kencang:
Jika tiba-tiba Anda menjumpai seekor buaya dan berusaha menyerang Anda, segera lari menjauhi mereka secepat mungkin. Walaupun buaya memiliki gerakan yang sangat cepat di perairan, di daratan kecepatannya hanya 17 km per jam.
Hal ini berarti, kecepatan lari manusia jauh lebih cepat daripada kecepatan buaya tersebut.
- Serang Bagian Mata Buaya:
Seluruh permukaan tubuh buaya dilapisi oleh kulit bersisik yang lumayan tebal. Oleh sebab itu, akan sangat sulit buat kita untuk melukainya.
Namun, berbeda dengan mata buaya. Meski punya selaput antiair, tetap rawan untuk dilukai. Beberapa korban yang pernah selamat dari serangan buaya mengaku menyerang bahkan menyongkel mata binatang itu ketika mereka menggigit.
Dengan cara itu, bisa dipastikan buaya akan melepaskan gigi-gigi runcingnya karena merasa kesakitan dan tidak bisa melihat. Saat itulah kesempatan yang tepat untuk melarikan diri.
Buaya Bangka dikenal sebagai salah satu spesies buaya yang agresif dan ganas.
Inilah alasan mengapa buaya Bangka dianggap sangat ganas:
- Habitat: Buaya Bangka hidup di habitat air payau dan muara sungai, yang merupakan area transisi antara air tawar dan air laut. Habitat ini membuat mereka beradaptasi dengan lingkungan yang dinamis dan berpotensi meningkatkan agresivitas.
- Sifat alami: Buaya adalah predator alami yang memiliki sifat teritorial dan agresif. Mereka akan mempertahankan wilayahnya dari predator lain dan manusia.
- Ukuran dan kekuatan: Buaya Bangka dapat tumbuh hingga ukuran yang sangat besar, dengan panjang mencapai 7 meter dan berat hingga 1.000 kg. Ukuran dan kekuatan ini membuat mereka menjadi predator yang sangat efektif.
- Kurangnya interaksi manusia: Di beberapa daerah, buaya Bangka mungkin tidak terbiasa dengan kehadiran manusia, sehingga mereka tidak memiliki rasa takut terhadap manusia.
- Perilaku saat merasa terancam: Buaya Bangka dapat menjadi agresif ketika merasa terancam atau terkejut, seperti ketika mereka berada di darat atau ketika mereka merasa wilayahnya terganggu.
Dengan demikian, buaya Bangka dikenal sebagai salah satu spesies buaya yang ganas karena sifat alaminya sebagai predator dan kemampuan adaptasinya dengan lingkungan yang dinamis. Penting untuk berhati-hati dan waspada ketika berada di area yang dihuni oleh buaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Online