Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 22 JANUARI 2026 • 22:24 WIB

Harga Gas LPG 3 Kg di Pangkalpinang Masih Melambung, Prof Udin: Jumat Pasokan Sudah Normal

Harga Gas LPG 3 Kg di Pangkalpinang Masih Melambung, Prof Udin: Jumat Pasokan Sudah NormalLPG 3 kg masih langka di Pangkalpinang, masyarakat membeli dengan harga berkisar Rp 30.000-Rp 35.000 per tabung (babel.indozone.id)

BANGKA BELITUNG -- Hingga saat ini masyarakat Kota Pangkalpinang masih kesulitan untuk mendapatkan LPG 3 kg. Meskipun ada harganya melambung hingga Rp 35.000 per tabung. Biasanya warga membeli gas di tingkat eceran atau warung Rp 25.000.

"Iya nih kita masih sulit dapat gas, udah cari keliling dapat sih cuma harganya tinggi," ujar Maya warga Kerabut Pangkalpinang kepada babel.indozone.id, Kamis (22/01/2026).

Senada, Feby irt warga Gabek mengaku sudah beberapa hari terakhir ini kesulitan membeli gas. Solusinya terpaksa ia membeli gas besar.

"Kalau dak beli dak bisa masak, ya sudah lah terpaksa beli yang besar," ujarnya.

Menanggapi masih langkanya gas LPG, Wali Kota Pangkalpinang Prof Udin menuturkan berdasarkan laporan yang diterimanya dari tim di lapangan, tersendatnya pasokan LPG 3 kilogram disebabkan oleh hambatan pada jalur transportasi laut menuju Pulau Bangka.

"Laporan dari tim kami menyebutkan bahwa tersendatnya pasokan gas LPG ini karena faktor transportasi. Pengiriman gas elpiji ke Pulau Bangka mengalami hambatan akibat gelombang tinggi dan kondisi cuaca yang kurang baik," ujar Prof. Udin.

Meski demikian, Prof. Udin menyebutkan bahwa pemerintah kota menerima informasi bahwa kondisi distribusi gas diperkirakan akan kembali normal dalam beberapa hari ke depan.

"Saya mendapatkan informasi bahwa dalam beberapa hari ke depan, tepatnya hari Jumat, pasokan gas LPG ini sudah mulai normal kembali," katanya.

Lebih lanjut, Prof. Udin menjelaskan bahwa persoalan distribusi LPG di Bangka Belitung tidak terlepas dari kondisi geografis wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut.

Baca juga: Wali Kota Pangkalpinang Resmikan Kantor Kelurahan Pasir Garam, Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

"Secara utuh, persoalan ini memang karena Bangka Belitung merupakan wilayah kepulauan. Transportasi distribusi harus melalui laut," jelasnya.

Ia mengungkapkan, kapal-kapal pengangkut LPG yang melayani jalur ke Pulau Bangka memiliki keterbatasan tonase. Kapal berukuran kecil dinilai lebih rentan terdampak oleh gelombang laut dan pasang surut air.

"Kapal-kapal yang masuk ke Bangka itu tonasenya tidak bisa besar. Kapal dengan tonase kecil sangat terganggu dengan gelombang. Kalau kapalnya besar, sebetulnya tidak terlalu terpengaruh oleh cuaca dan pasang surut," ungkap Prof. Udin.

Menurutnya, keterbatasan ukuran kapal tersebut berkaitan erat dengan kondisi pelabuhan yang ada saat ini, khususnya Pelabuhan Pangkal Balam, yang belum mampu disandari kapal berukuran besar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERBARU

Harga Gas LPG 3 Kg di Pangkalpinang Masih Melambung, Prof Udin: Jumat Pasokan Sudah Normal

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!