Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 26 NOVEMBER 2025 • 12:20 WIB

Begini Langkah PT Timah dalam Mengembangkan Potensi Logam Tanah Jarang

Begini Langkah PT Timah dalam Mengembangkan Potensi Logam Tanah JarangLogo PT Timah tbk (ist)

BANGKA BELITUNG -- PT Timah Tbk telah melihat peluang bisnis pada Rare Earth Elements atau Logam Tanah Jarang (LTJ). Pasalnya, unsur yang terkandung dari tailing Sisa Hasil Produksi (SHP) penambangan biji timah tersebut memiliki potensi tinggi.

Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Tbk, Suhendra Yusuf Ratu Prawiranegara menyebut, perusahaan saat ini memang telah melakukan core mining kompetensi pada mining timah. Sebab, di sana ada mineral ikutan dan salah satunya itu monasit.

“Ya, PT Timah sebenarnya melakukan core mining kompetensinya di mining timah ya, tins. Sebenernya di situ ada mineral ikutan, mineral ikutan itu dan salah satunya adalah monasit,” ujarnya saat hadir di Program Closing Bell CNBC Indonesia, pekan lalu.

Ia menyebut, ketika berbicara tentang monasit, hal ini akan menjawab akan potensi terhadap LTJ. Dari LTJ yang ada, terdapat beberapa unsur. Tentu unsur ini sangat diperlukan di dalam industri, baik pertahanan, elektronik dan pada industri otomotif.

“Khususnya di industri mobil listrik ya kalau di otomotif. Nah kami dalam hal ini mungkin sudah sekian tahun itu melihat potensi di kompetensi mining kami saja di timah. Sementara justru sektor LTJ ini sedang hot dan sedang mendunia,” ungkap Suhendra Yusuf.

“Yang mana alhamdulillah kita, Negara Indonesia itu bisa dikatakan negara yang memiliki sumber atau source LTJ terbesar kemungkinan antara kedua atau ketiga di dunia. Sebenarnya PT Timah sudah melakukan upaya-upaya di tahun 2010 atau 2011 lalu,” ujarnya.

Dia mengatakan, selama satu dekade lebih, PT Timah Tbk sudah mendirikan semacam pilot plan untuk melakukan pengembangan-pengembangan REE atau LTJ. Kemudian selama beberapa tahun sudah melakukan beberapa proses uji coba pengembangan LTJ.

Hanya dalam hal ini, harapan dari spek yang diinginkan dari end product (produk akhir) REE ini masih belum tercapai dari sisi spek. Yang diharapkan dalam pemisahan fosfat end product dari monasit itu akan terpisah secara proses kimiawi yaitu uranium dan torium.

“Harus diketahui, bahwa torium inilah yang dikenal nantinya sebagai harta karun. Harta karun yang tersimpan yang belum terdevelop (kembangkan) secara optimal di Indonesia maupun di berbagai negara. Nah, konteks ini yang coba kami generate,” ujarnya.

“Yang kami optimalisasi itu untuk bisa dilakukan agar proses-proses yang dilakukan terkait pengembangan REE itu dapat dilanjutkan di PT Timah. Dan selanjutnya ini kami berkolaborasi dengan pihak lain. Jadi pada saat saya mengemban amanah sebagai Direktur Pengembangan Usaha di PT Timah, saya melihat potensi ini,” katanya.

Lebih lanjut, dirinya lalu melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak khususnya di lembaga pendidikan dan juga regulator atau pemerintah. Dalam hal ini, dia mencoba mengaplikasikan konsep triple helix model kolaborasi strategis yang melibatkan tiga pihak utama.

“Pertama itu universitas (akademisi), pemerintah, dan industri. Tujuannya itu kita coba lakukan penerapan ataupun langkah-langkah untuk mengembangkan. Bukan lagi uji coba tapi bagaimana ini menjadi piloting project untuk pengembangan REE khususnya di PT Timah,” jelasnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Begini Langkah PT Timah dalam Mengembangkan Potensi Logam Tanah Jarang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!