Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 29 AGUSTUS 2025 • 22:13 WIB

Tim Pengabdi PMTJ UBB dan Coklat CandU Gelar Pelatihan Budidaya Kakao, Petani Hasilkan Coklat Berkualitas, Harga Lebih Kompetitif

Tim Pengabdi PMTJ UBB dan Coklat CandU Gelar Pelatihan Budidaya Kakao, Petani Hasilkan Coklat Berkualitas, Harga Lebih KompetitifTim Pengabdi PMTJ Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung (UBB), Program Studi Magister Manajemen menyerahkan bantuan mesin pengolah coklat kepada Owner Coklat CandU, Merinda Haris. (ho/babel.indozone.id)

BANGKA BELITUNG -- Tim Pengabdi PMTJ Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung (UBB), Program Studi Magister Manajemen bekerja sama dengan Coklat CandU menggelar Pelatihan Budidaya dan Pascapanen Kakao Dalam Meningkatkan Supply Chain UMKM, Jumat (29/8/2025), di Hotel Puri 56 Pangkalpinang.

Nara sumber pelatihan ini yaitu Dr. Sulvi Purwayantie, S.T , M.P., dosen Prodi Konservasi Sumber Daya Alam Universitas Muhammadiyah Babel, Nurul Hijriyatush Sholiha, S.P., penyuluh pertanian yang menangani petani kakao di desa Tepus, Bangka Selatan, dan Merinda Haris, Owner Coklat CandU.

Ketua Tim Pengabdi PMTJ UBB, Dr. Renita S.E, MS.i menjelaskan pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani dalam mengolah kakao dan pasca panen kakao berkelanjutan, sehingga bisa meningkatkan jumlah produksi kakao dengan kualitas terbaik.

"Nilai tambah kakao yang sudah diolah ini lebih tinggi ketimbang menjual dalam bentuk mentah, kita berharap masyarakat mempunyai minat yang tinggi untuk menanam coklat dalam skala besar, sehingga nantinya coklat bisa menjadi komoditas unggulan Babel menggeser sektor timah," ujar Renita di sela acara.

Ia menambahkan, kemitraan bersama Coklat CandU memberikan angin segar kepada petani kakao, karena hasil produksi petani bisa dibeli langsung dengan harga yang kompetitif.

"Potensi masa depan coklat itu cukup cerah, dengan pengolahan tertentu Coklat CandU sudah menjadi industri yang memproduksi sejumlah produk coklat, produk ini sudah uji coba dibawa ke prancis, dan ternyata orang sana suka yang lebih healthy less sugar," ujarnya.

Acara pelatihan ini juga dihadiri para mahasiswa yang diharapkan memiliki pengetahuan tentang pengolahan coklat yang punya nilai tambah lebih besar dibandingkan menjual coklat saja tanpa diolah terlebih dulu.

"Jadi hilirisasi pangan lebih powerfull karena jumlah petani kita banyak dan ini berbasis pangan, pertumbuhan ekonomi kita juga semakin membaik," tambah Renita.

Pada kesempatan itu, diserahkan sejumlah bantuan berupa mesin pengolah coklat, bibit dan pupuk yang diserahkan oleh Tim Pengabdi PMTJ kepada petani dan Coklat CandU.

"Untuk hilirisasi kita memberikan bantuan berupa mesin sehingga petani akan tergerak meluaskan lahannya," imbuhnya.

Owner Coklat CandU, Merinda Haris menyambut gembira pelatihan ini, karena diharapkan bisa mengangkat potensi kakao lokal menjadi sumber ekonomi baru di Bangka Belitung.

Cokelat CandU adalah cokelat artisan lokal pertama dan satu-satunya di Bangka Belitung yang merupakan mitra dari Universitas Bangka Belitung. Hal ini menandakan bahwa potensi kakao masih cukup baik untuk dikembangkan di Bangka Belitung.

"Sebagai pelaku industri kakao, pergerakannya cukup cepat, karena saya memulai usaha coklat tahun 2020, sampai tahun 2023 kita masih menggunakan bahan kakao dari luar karena belum ketemu dengan petani lokal. Kemudian tahun 2024 saya ketemu dengan petani lalu kita membuat komunitas bertemulah dengan para petani dan penyuluh pertanian, terbentuklah komunitas kakao, sampai tahun 2025 ini kita sudah menggunakan kakao lokal. Dari sini terlihat bahwa kakao lokal tumbuh signifikan," ujar Merinda.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERBARU

Tim Pengabdi PMTJ UBB dan Coklat CandU Gelar Pelatihan Budidaya Kakao, Petani Hasilkan Coklat Berkualitas, Harga Lebih Kompetitif

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!