Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 13 AGUSTUS 2025 • 20:34 WIB

Ini Alasan Keluarga Belum Puas dengan Penjelasan Polisi Terkait Motif Pelaku Pembunuh Wartawan Aditya Warman

Ini Alasan Keluarga Belum Puas dengan Penjelasan Polisi Terkait Motif Pelaku Pembunuh Wartawan Aditya WarmanPolda Babel menggelar konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan wartawan Aditya Warman (ist)

BANGKA BELITUNG -- Kasus kematian wartawan online di Bangka Belitung, Aditya Warman memasuki babak baru. Pasca tertangkapnya dua pelaku, Hasan Basri alias Abas (34) dan Martin alias Akmal (34), dipicu karena  kecanduan judi online

Demikian disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Babel, Kombes Pol Rivai Arvan, saat menggelar konferensi pers, Rabu (13/8/2025).

Dalam keterangan pers, korban yang tewas dan ditemukan di sumur miliknya terjadi di Kelurahan Air Kepala Tujuh, Pangkalpinang, pada Jumat (8/8/2025).

Saat itu korban tak berdaya, usai dipukul oleh pelaku dengan balok kayu mengenai kepala bagian belakang hingga tak berdaya.

Tak puas sampai disitu pelaku kemudian memukuli korban, selanjutnya diseret ke sumur selanjutnya dibuang dengan ikatan batako pada tubuh korban agar tidak mengapung dalam dalam air.

Usai menjalankan aksinya pelaku membawa kabur mobil Daihatsu Terios milik korban. Menurut pengakuan para pelaku, mobil tersebut sudah di DP 1,3 juta oleh calon Pembeli.

"Bukti-buktinya sudah lengkap untuk menjerat dua pelaku, mereka berada dan menguasai mobil korban. Itu alasan keterlibatan mereka karena kecanduan judi online," kata Kombes Pol Rivai Arvan.

Rivai Arvan menjelaskan kronologi kejadian, motif pembunuhan, dan identitas para pelaku. Selain itu, Perwira Polisi berpangkat Melati Tiga ini juga menyampaikan upaya yang telah dilakukan oleh Polda Kep. Babel dalam mengusut kasus ini dan menangkap pelaku yang sempat kabur ke Sumatra Selatan.

Para tersangka adalah dua sekawan asal Sumatera Selatan yakni Hasan Basri alias Abas (34 tahun) yang bekerja sebagai penjaga kebun milik korban yang tidak lain sebagai otak Pembunuhan berencana ini dan tersangka kedua adalah Martin (34 tahun) yang melakukan eksekusi dan mencuri kendaraan roda empat milik korban yang kemudian akan di jual ke rekannya di Sumatra Selatan.

Konferensi pers ini bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat kepada keluarga korban, masyarakat dan media tentang kasus pembunuhan tersebut. Dengan transparansi dan keterbukaan, Polda Kep. Babel berharap dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Sementara itu, ada peristiwa memilukan saat dilakukan konferensi pers, nampak isteri korban, anak berikut keluarga lainnya turut hadir dengan suasana hati yang dibalut kesedihan.

Baik ibu korban maupun anaknya, berkali kali  menyeka air mata saat mendengar jalannya konferensi pers. Isteri korban Novi Sriati Ningsih dan anak pertamanya Nafa, meminta pihak Polda Bangka Belitung mengusut tuntas dan meminta para pelaku dihukum seberat beratnya.

Sementara adik korban bernama Anto, belum sepenuhnya puas dengan penjelasan pihak kepolisian terkait motif pelaku membunuh kakaknya.

"Banyak hal yang belum dipahami, kami dari pihak keluarga masih bertanya - tanya baik kronologis, motifnya dan orang-orang yang terlibat dalam masalah ini. Kami bersyukur dua pelaku bisa ditangkap dan kami ucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian, namun ada yang masih mengganjal dari pihak keluarga, tolong pahami ini," kata Anto.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERBARU

Ini Alasan Keluarga Belum Puas dengan Penjelasan Polisi Terkait Motif Pelaku Pembunuh Wartawan Aditya Warman

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!