BANGKA BELITUNG -- Pantiaw, hidangan asimilasi kuliner khas Bangka Belitung, dari budaya Cina, Melayu, yang berbahan dasar lokal.
Adonan pantiaw terbuat dari campuran tepung beras dan tapioka, disajikan dengan bumbu ikan dan kuah ikan.
Hidangan ini makin segar dengan nipis atau lemon cui.
Bahan Pantiauw, Kwetiau Khas Bangka
1,5 L kaldu ikan, panas
50 g tauge, siangi
3 sendok makan seledri, iris halus
3 sendok makan bawang merah goreng
Sambal cabai rawit
6 buah jeruk nipis
Pantiaw
300 g tepung beras
300 g tepung tapioka
1 sendok makan minyak goreng
1½ sendok teh garam
750 ml air
Bumbu Ikan
500 g ikan tenggiri, kukus, buang duri
7 butir bawang merah
5 siung bawang putih
2 cm jahe
2 sendok makan minyak goreng
200 g udang, kupas, tinggalkan ekornya
2 lembar daun salam
1 sendok teh garam
1 sendok teh merica putih bubuk
1 sendok teh gula
1 sendok teh kaldu jamur bubuk
Cara membuat Pantiauw, Kwetiau Khas Bangka
Bumbu ikan: Lumatkan daging ikan kukus hingga halus. Sisihkan.
Haluskan bawang merah, bawang putih, dan jahe.
Tumis hingga harum, tambahkan udang, daun salam dan ikan yang dihaluskan, aduk rata.
Tambahkan garam, merica, gula, dan kaldu jamur, masak sambil diaduk rata. Angkat. Sisihkan.
Pantiaw: Aduk rata tepung beras, tepung tapioka, minyak, dan garam.
Tuang air sedikit demi sedikit sambil diaduk.
Siapkan loyang bundar diameter 18 cm, olesi dengan minyak. Tuang 100 ml adonan pantiaw. Kukus hingga matang. Ulangi hingga bahan habis.
Sisihkan pantiaw dengan cara digantung hingga dingin. Taburi sedikit tepung, iris 1 cm.
Saat disajikan, celupkan pantiaw dengan air panas agar tepung luruh.
Tata di atas piring saji. Tambahkan 2-3 sdm bumbu ikan, tauge, seledri, dan bawang merah.
Siram dengan kaldu ikan panas. Sajikan dengan sambal cabai rawit dan jeruk kunci.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: