Sabtu, 05 JULI 2025 • 09:07 WIB

Pahala Menjalankan Puasa Asyura dan Tasua, Bolehkah Hanya Dikerjakan Salah Satu Saja?

Author

Ilustrasi puasa Asyura dan Tasua (ist)

BANGKA BELITUNG - Puasa Tasua dan Asyura adalah amalan mulia di bulan Muharram yang memberikan kesempatan besar bagi umat Islam untuk meraih pengampunan dosa dan pahala luar biasa.
Menghidupkan puasa ini berarti menghidupkan sunnah Rasulullah SAW dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW secara khusus menganjurkan umatnya untuk menjalankan ibadah puasa sunnah pada bulan Muharram, sebagaimana disampaikan dalam hadis riwayat Muslim. 
"Dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yakni Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam." (HR Muslim)
Sejumlah puasa di bulan Muharram yang dapat dijalankan adalah puasa Tasua dan Asyura. 
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2025 Puasa Tasua dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram dan puasa Asyura dilaksanakan pada 10 Muharram.  
Tahun ini, ada dua versi penetapan waktu pelaksanaan puasa Tasua dan Asyura, yaitu versi pemerintah dan Muhammadiyah. 
Versi Pemerintah Berdasarkan Kalender Hijriah yang ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, 1 Muharram 1447 H jatuh pada Jumat, 27 Juni 2025. 
Dengan demikian: Puasa Tasua (9 Muharram) dilaksanakan pada Sabtu, 5 Juli 2025 Puasa Asyura (10 Muharram) diperingati pada Minggu, 6 Juli 2025 Versi Muhammadiyah. 
"Dianjurkan puasa asyura tanggal 10 dan disertai dengan puasa sebelumnya yakni puasa tasua, itu yang terbaik. Jika puasa tanggal 10 saja dan tidak puasa di tanggal 9, maka dia telah mendapatkan keutamaan yakni diampuni dosa selama setahun sebelumnya. Tapi jika ingin yang terbaik maka gandengkan keduanya sebagaimana disunnahkan oleh rasullullah," ustad Firanda Andirja. 
Pahala puasa asyura dan tasua
Dalam berbagai hadits shahih, Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan luar biasa dari puasa pada kedua hari tersebut.
Sebagaimana dirangkum dalam buku Panduan Muslim Sehari-hari karya Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El Sutha.
  1. Menghapus Dosa Setahun yang Lalu
    Puasa Asyura memiliki keutamaan besar dalam hal pengampunan dosa setahun sebelumnya. 
  2. Puasa Tasua Menjadi Pembeda dari Puasa Kaum Yahudi
    Rasulullah SAW menganjurkan untuk juga berpuasa pada hari Tasua, yaitu 9 Muharram, sebagai bentuk perbedaan dengan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari Asyura. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA:
     
    "Nabi SAW datang di Madinah, tiba-tiba beliau mendapati orang-orang Yahudi pada berpuasa Asyura (10 Muharram).
    Mereka berkata, 'Ini adalah hari kemenangan Musa terhadap Firaun.' Lalu Nabi SAW bersabda kepada sahabat-sahabatnya, 'Kamu adalah lebih berhak atas Musa daripada mereka, oleh sebab itu berpuasalah'!" (HR Bukhari)
  3. Puasa Tasua Menjadi Pembeda dari Puasa Kaum Yahudi
    Rasulullah SAW menganjurkan untuk juga berpuasa pada hari Tasua, yaitu 9 Muharram, sebagai bentuk perbedaan dengan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari Asyura. 
  4. Puasa Terbaik setelah Ramadan
    Muharram adalah bulan Allah yang sangat utama untuk berpuasa setelah bulan Ramadan. Dalam sebuah hadits, Abu Hurairah RA meriwayatkan:
     
    "Salat manakah yang lebih utama setelah salat fardhu?" Rasulullah menjawab, "Yaitu salat di tengah malam."
    Kemudian ditanya lagi, "Puasa manakah yang lebih utama setelah puasa Ramadan?"
     
    Beliau bersabda, "Puasa pada bulan Allah yang kamu namakan bulan Muharram." (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Daud).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung Ke Sumber Berita

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU