Teknisi Nyaris Kehilangan Nyawa Usai Ditikam Maling Tower Telkomsel Kace Bangka, Pelaku Kena Gebuk Massa
BANGKA BELITUNG -- Niat hati memperbaiki gangguan sinyal di tower Telkomsel Desa Kace, seorang teknisi justru menjadi korban penusukan saat bertarung nyawa melawan komplotan maling kabel.
Insiden mencekam ini memicu kemarahan warga hingga pelaku nyaris tewas dimassa, sebelum akhirnya dibekuk polisi bersama rekan komplotannya.
Aksi pencurian kabel tower milik Telkomsel ini terjadi di Desa Kace, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka pada Jumat (24/7/2026) malam.
Jajaran Polsek Mendo Barat bergerak cepat, meringkus dua pelaku serta mengamankan satu unit truk fuso yang digunakan dalam aksi kejahatan, Jumat (24/7/2026) malam.
Insiden mencekam ini bermula pada Jumat, 24 Juli 2026 sekira pukul 19.47 WIB, ketika pusat monitor mendeteksi gangguan mati lampu (down) pada tower Telkomsel di Desa Kace, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka.
Lalu meneruskan informasi kepada Dedi Kurnia Wijaya (42), warga Parit Lalang selaku Teritori Operation Tower Telkomsel.
Dedi bersama rekannya Abdul Said (20), yang saat itu berada di kantor PT. Biliton Bukit Merapin Pangkalpinang, langsung bergegas mendatangi lokasi tower.
Setibanya di TKP sekira pukul 20.00 WIB, kedua saksi memeriksa bagian dalam selter tower dan mendapati seorang pria tak dikenal dengan gerak-gerik mencurigakan.
Saat diteriaki dan diberitahu bahwa mereka adalah teknisi, pelaku langsung kabur keluar selter.
Dedi dan Said sempat melakukan pengejaran dan berhasil membekuk terduga pelaku.
Namun, di tengah pergumulan Said tiba-tiba merasakan sakit di bagian tengkuk belakang dan bersimbah darah. Korban baru menyadari bahwa dirinya telah ditusuk menggunakan sebilah pisau oleh pelaku.
Warga sekitar yang mendengar keributan langsung berdatangan ke lokasi dan melampiaskan amarahnya kepada pelaku akibat tindakan kriminal dan penusukan.
Kapolsek Mendo Barat, Iptu Wendy Oktasa, bersama personel yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi pelaku bernama Putra (30) ke Puskesmas Petaling karena mengalami luka parah akibat dihakimi massa.
Di dalam mobil ambulans saat perjalanan menuju puskesmas, Iptu Wendy sempat menginterogasi pelaku Putra.
"Dari sinilah terungkap bahwa pelaku tidak beraksi seorang diri, ia mengaku datang bersama rekannya, Bayu Krisnah (40), yang bertugas sebagai sopir truk fuso berwarna oranye berpelat nomor BE dan sedang menunggu di depan SPBU Kace persis di sebelah TKP," kata Iptu Wendy.
Mendapat informasi krusial, Iptu Wendy langsung memimpin taktik penyergapan cepat. Sebagian personel diperintahkan mengejar truk yang melaju dari arah Pangkalpinang menuju Mentok, sementara Kapolsek melakukan penyergapan dari arah berlawanan Mentok menuju Pangkalpinang.
"Hasilnya, truk fuso dan pengemudinya atas nama Bayu berhasil dicegat tanpa perlawanan di depan IAIN SAS Babel, Jalan Raya Pangkalpinang Mentok, Desa Petaling, untuk kemudian digelandang ke Mapolsek Mendo Barat," bebernya.
"Kami bergerak cepat mendatangi TKP, begitu menerima laporan dari masyarakat terkait pencurian di tower Telkomsel Desa Kace. Mengingat situasi di lapangan sangat memanas dan ada korban yang mengalami luka tusuk senjata tajam, prioritas utama kami adalah menyelamatkan korban ke rumah sakit serta mengevakuasi pelaku dari amuk massa," sambungnya.
Dari hasil interogasi kilat di perjalanan langsung melacak dan mencegat satu rekan pelaku lainnya yang bertindak sebagai sopir truk pengangkut di depan IAIN SAS Babel, Desa Petaling.
"Saat ini, kedua pelaku beserta barang bukti truk fuso telah kami amankan di Mapolsek Mendo Barat guna proses hukum lebih lanjut," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: