BANGKA BELITUNG - Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB) Prof. Dr Ibrahim, M.Si meyakini Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ulang Kota Pangkalpinang akan berjalan aman dan tertib, selama komitmen damai bisa diwujudkan semua pihak.
"Kita sebagai bagian komunitas masyarakat, berharap betul Pilkada ini bisa menjadi instrumen pemersatu masyarakat Pangkalpinang," kata Ibrahim kepada babel.indozone.id di Swissbell Hotel, Selasa (5/8/2025).
Menurutnya, pilkada merupakan urusan politik elektoral jangka pendek, jangan sampai memecah belah menjadikan masyarakat terkotak-kotak akibat afiliasi politik karena perbedaan pilihan.
"Tempatkan urusan pilkada itu di bilik suara, setelah itu kita bersatu kembali siapapun nanti pemenangnya," tutur Ibrahim.
Diakui Ibrahim, memang saat ini ada isu-isu yang beredar seperti adanya pengrusakan alat peraga, media sosial mulai muncul klaim keunggulan figur para Paslon yang dilakukan pendukung maupun timses.
Namun hingga kini ia menilai suasana pilkada ulang Pangkalpinang masih dalam suasana riang gembira dan diyakini tidak akan memecah belah masyarakat Pangkalpinang itu sendiri.
"Mudah-mudahan ini Politik yang ringan-ringan bagi kita semua. Saya tetap optimis dua Pilkada di Pulau Bangka akan berjalan mulus. Kalaupun ada pertentangan-pertentangan, Saya anggap itu bagian dari dinamika, jadi kita jangan terlalu berlebihan meresponnya dan harus diingat pilkada ini sarana demokrasi yang riang gembira," paparnya.
Disinggung terkait masih kecilnya partisipasi pemilih pada pilkada sebelumnya, masih kata Ibrahim, pilkada ulang yang berlangsung saat ini sangat menarik, ini harusnya dimanfaatkan betul oleh masyarakat, berpartisipasi memilih paslon sesuai hati nuraninya di bilik suara.
"Saya optimis partisipasi pemilih akan meningkat, karena semua fokus pada pilkada ulang. Bagi pemilih jadikan peluang, manfaatkan hak pilih sebaik baiknya. Pilih sesuai hati nuraninya, amati rekam jejak Paslon, baik figur maupun kinerja masa lalu, jadilah pemilih yang betul- betul menilai figur calon pemimpin yang berorientasi untuk kepentingan daerah, " tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan