BANGKA BELITUNG -- Provinsi Bangka Belitung memiliki keragaman budaya dan bahasa. Provinsi ini terdiri dari 1 kota dan 6 kabupaten, yaitu: Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Kabupaten Bangka Barat, Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur.
Masing-masing kota dan kabupaten memiliki keunikan tersendiri dari segi aksen dan bahasa. Seperti, Belinyu, akses bahasanya seperti orang Palembang yang menggunakan akhiran O, seperti siapo, di mano nak mano, ngapo.
Sedangkan Bangka Barat, Mentok menggunakan akhiran E, contohnya ke mane, siape, iye. Aksen atau logat Mentok ini terbilang paling halus dan enak didengar.
Bangka Selatan lain lagi, ibukota Toboali ini biasa berbicara dengan tidak menggunakan huruf S. Kelakar yang sangat terkenal untuk menggambarkan orang Toboali seperti "Orang habang mandi dak behabun".
Sementara Kota Pangkal pinang menggunakan akhiran E, dengan aksen Betawi, berbeda dengan pengucapan orang Mentok, meski sama-sama menggunakan akhiran E.
Mengutip dari Jelaga SDN 10 Pangkalpinang, berikut ini kamus bahasa bangka yang mayoritas dari kota Pangkalpinang dan pengaruh bahasa cina.
Buat kamu yang baru mau Mengenal bahasa bangka disarankan untuk bertanya dengan orang bisa berbahasa bangka. Karena ada kata yang pengucapannya berbeda dan memiliki arti yang berbeda.
Abang : Gelar kebangsawanan Untuk Anak lelaki didaerah Muntok / kakak laki laki
Aben: Kata bantu untu juga/apa
Ace: Wanita cina dewasa
Acem: Bagai
Adep: Depan / Hadap
Adu: Melaporkan / Bertanding
Agik: Lagi
Aik: Air / Sungai
Aik cuy: Air mani
Aik Yok: Air Liur / Air Ludah
Aji: Orang Cina Tua (Perempuan)
AjiAsin: Ungkapan untuk orang orang kaya yang pelit
Akak: Kakak
Akek: Kakek tapi kasar
Akew: Laki laki Cina
Aloy: Minta / Cari perhatian
Ama / Ame: Ibu
Amang : Paman (biasa utk mengoda / mengolok Anak Laki laki)
Ambik: Ambil
Ambin: Gendong
Ambor: Buang Dan lemparkan
Amoy: Gadis Cina Remaja
Ampyang: pempek / Kerupuk yang terbuat dari kulit ikan
Ancer ancer: Ancang-ancang
Ancok Lilot: Hancur lebur
Angai : Menjemur dengan cara mengangin-anginkan
Anjong: Memegang Layangan untuk ditarik temannya / memegang melebihi atas kepala
Antem: Memukul
Antu: Hantu
Anyang: Ditawar
Arep: Harap
Asak: Asalkan
Ase: Rasa / Perasaan
Asok : Orang Cina Tua (Laki laki)
Atek: Vagina
Bace bace : Jampi jampi
Bacin: Bau tidak sedap seperti baju tidak kering
Bagak: Sangat Bodoh
Bai: Cuma / Hanya
Balak: Musibah / Angka Yang sama dalam permainan gaple
Bandar: Got
Bangking : Keras
Bantai la : Ungkapan yang berarti terserah lah
Banter : Cepat
Bantet: Tidak mengembang sewaktu digoreng
Bantut: Bosan
Baret : Tergores
Basing : Terserah
Baye: Buaya
Bebencik: Saling membenci
Bedarup: Mencuci muka
Bedenyet : Berdenyut
Bedeser: Hati terasa bergetar
Becuas: Cuci muka
Bede ek : Sendawa
Bedegem: Bunyi yang keras
Bedelew : Berkilauan
Bedendang: Bernyanyi
Bedepeh : Secepat kilat
Begaduh : Bikin Ribut
Begagit / Begagil : Bercanda
Begajul : Nakal luar biasa
Begatel : Ganjen / Genit
Begasak: Berkelahi
Begengger : Bergetar
Begenter : Suara yang keras sampai terasa goyangannya
Beguyur : Dikerjakan sedikit sedikit
Bejibun : Banyak sekali
Bekebon : Berkebun
Bekecak: Berdandan
Bekedut: Berdenyut
Bekelai : Berkelahi
Bekicing: lari yang cepat
Belacan: Terasi
Belagak: Sombong
Belambor : Hancur Berantakan
Belamper : Berserakan
Bengak : Bodoh
Berus : Rakus
Bilang : Memberi Tahu
Bunting : Hamil
Burit : Belakang / Pantat (dubur)
Cabik : Cabai
Cabik kecit : Cabe Rawit
Cabik Besak : Cabe Merah (Chilly Pepper)
Carut : Mengatai / Memarahi
Cedak : Dekat
Cek: Bahasa prokemnya kamu
Celadok: Menendang bola dengan ujung jari kaki
Celemot : Muka belepotan
Celepa : Ungkapan akan memukul sampe kedengaran bunyi
Cemane : Bagaimana
Cemkek : Seperti
Cerudik : Cerewet / Mau tahu urusan orang lain
Cerakin : Tanaman atw buah utk meracuni orang
Cetek: Tidak dalam
Cop: Duluan menganggap kepunyaannya
Coret : Mencoret
Cube: Coba
Dade : Dada
Dak Akur: Tidak Cocok / Suka bertengkar
Dak de : Tidak ada
Dak karuan jatak : Ungkapan untuk mengatakan prilaku yang tidak karuan
Dak kawa: Tidak mau
Dak kawa nyusah : Tidak mau repot
Dak sedep : Tidak enak
Dak sua : Tidak pernah
Dak Pacak: Tidak bisa
Dakpati : Tidak begitu
Dakpati Inga : Tidak begitu waras
Dakpacellakek : Bukan babu atau pembantu kakek buyut
Dalu : Malam
Deng la : Sudah saja
Denget : Sebentar
Demon : Dingin
Delek : Ikan gabus
Die: Dia
Diwek : Sendiri
Dudi: Terakhir / Belakangan
Dulang: Nampan / Baki gede
Duluk: Dulu
Endok ?: ungkapan kaget atau heran
Empet : Dipepet/ Dihimpit
Galak / Galek : Sering
Gale : Semua
Gancang: Mudah / Cepat
Garang: Pemarah / Suka berkelahi
Garok: Rakus / Menggaruk
Gati: Sering
Gayel: Capek / Dikerjai abis abisan
Gawe: Kerja
Gebok: Memukul
Gedabeng: Besar Sekali
Gelep: Gelap tak ada cahaya
Gelik ati: Lucu
Gelik yok: Ungkapan untuk mengatakan jijik
Gelugut: Kedinginan
Gerigit: Kesal / Geregetan
Gerobok: Lemari
Gule-gule: Permen
Gurak : Rasa Senang yang berlebihan
Gelegar : Kayu untuk atap rumah ( tiang) / Bunyi yang keras
Hume: Kebun / Ladang
Hopis: Permen
Hoklopan : Kue terang bulan
Icak Icak: Pura pura
Idat : Daun yg pucuknya diambil untuk sayur
Idup: Hidup
Igak : Juga
Ingel -Ingel: Bercanda / Main-main
Ikak: Kalian
Ikan Cew : Ikanselar
Jagur: Pukul
Jangkek: BerJongkok Sambil mengedan gede mau Buang air
Jang: Panggilan ditunjukan kepada laki laki dewasa (asal kata bujang)
Je: Dia
Jejel: Memaksa memasukan ke mulut
Jelangkit : Menular
Jerak: Kapok
Jiat: Jelek
Jungong : Bibir maju kedepan
Jok: Bahasa Prokemnya kamu seperti Bro
Jubur: Pantat
Julak: Mendorong
juwet: Terus Bertanya / Dikasih tahu berkali-kali tetap gak ngerti
Ka: Kamu
Kaben: Menyatakan lebih dari satu / semua
Kacek : Selisih
Kacong: Suruhan orang
Kajin: Biarpun
Kalok e: Sepertinya / Mungkin
Kampang : Anak Haram
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Online