BANGKA BELITUNG -- Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki 11 komoditas perkebunan unggulan yang menjadi roda penggerak utama sektor agrikultural daerah. Komoditas utamanya meliputi lada putih (sahang) yang mendunia, kelapa sawit, karet, serta kelapa. Komoditas pendukung lainnya mencakup kopi, kakao, pinang, aren, kayu manis, dan sagu.
Berikut rinciannya;
1.Lada Putih (sahang)
Jenis lada yang dihasilkan didaerah Bangka merupakan jenis lada putih yang saat ini telah terkenal di berbagai negara Eropa. Lada ini merupakan jenis komoditas yang mutunya cukup baik. Bangka Selatan sendiri merupakan Kabupaten Penghasil Lada dengan total produksi paling tinggi dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Bangka Belitung.
Disamping Lada, Karet dan Kelapa Sawit juga merupakan komoditas andalan Kabupaten Bangka Selatan.
2.Kelapa sawit
Menjadi komoditas dengan luas lahan yang masif dan bernilai ekonomi tinggi, terutama di wilayah seperti Bangka Barat, Bangka, dan Belitung Timur
Di Bangka Belitung, petani tradisional umumnya menanam lada dan karet. Sementara perusahaan dan petani plasma menggarap perkebunan sawit. Daerah lainnya terkenal dengan produk nanas. Selain perkebunan, perikanan tangkap di Bangka Belitung juga berpotensi besar untuk dikembangkan.
3.Karet
Merupakan salah satu perkebunan rakyat dengan luas tanam yang signifikan di seluruh penjuru pulau Bangka dan Belitung.
4. Kelapa
Komoditas kelapa merupakan motor baru pertumbuhan ekonomi Babel yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Dukungan kebijakan perizinan, perbenihan unggul, serta pengembangan industri hilir menjadi kunci keberhasilan transformasi ekonomi daerah.
5.Kopi
Tanaman kopi andalan di Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berfokus pada varietas Robusta dan Liberika. Meskipun dikenal sebagai daerah penghasil timah dan lada, budaya minum kopi di Babel berkembang pesat dengan tumbuhnya sentra perkebunan lokal di Pulau Bangka dan Belitung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: