Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 12 APRIL 2026 • 21:41 WIB

Unik dan Sarat Makna, Ini Deretan Rumah Adat Tradisional di Bangka Belitung

Unik dan Sarat Makna, Ini Deretan Rumah Adat Tradisional di Bangka BelitungRumah adat bangka belitung (ist)

 
BANGKA BELITUNG -- Salah satu keunikan yang ada di Indonesia yaitu keberadaan rumah adat. Ada banyak sekali jenis rumah adat di Indonesia dan hampir semua daerah mempunyai desainnya masing-masing, seperti misalnya rumah adat Bangka Belitung.

Setiap rumah adat dibuat dengan bentuk yang unik karena semuanya mempunyai karakteristiknya sendiri. Hampir semua rumah adat yang ada di setiap daerah dibuat dengan berdasar kepada ciri khas dari daerah tersebut. Maka dari itu, rumah adat itu bisa mencerminkan keunikan dari daerah itu sendiri.

Begitu juga dengan rumah adat Bangka Belitung yang mempunyai keunikannya sendiri dan membedakannya dengan rumah adat lain. Untuk mengetahui berbagai macam keunikan serta filosofi dari rumah adat Bangka Belitung.

Rumah adat yang ada di Bangka Belitung mempunyai tiga arsitektur yang berbeda, yakni arsitektur Melayu Awal, Melayu Bubung Panjang, dan juga Melayu Bubung Limas. Di mana rumah adat Bangka Belitung dibuat dalam bentuk rumah panggung dengan memanfaatkan material dari alam seperti bambu, kayu, rotan, dan juga alang-alang yang dapat diperoleh dari alam dengan cukup mudah.

Ada tiga jenis rumah adat Bangka Belitung yakni rumah panggung, rumah limas, dan juga rumah rakit. Ketiga bentuk rumah adat tersebut memiliki sedikit kemiripan dengan rumah adat yang ada di Sumatera Selatan, namun tetap masih banyak keunikannya sendiri yang dijadikan sebagai ciri khas. Berikut ini adalah beberapa penjelasan mengenai masing-masing jenis rumah adat Bangka Belitung.

1.Rumah Panggung

Rumah adat panggung adalah rumah adat Bangka Belitung yang mudah untuk ditemukan di wilayah Sumatera. Hal itu dikarenakan adanya pengaruh dari kebudayaan Melayu. Jenis rumah adat ini masih dapat kita temukan di wilayah Bangka Belitung. Adapun ciri khas dari rumah adat Bangka Belitung ini jika dibandingkan dengan rumah panggung lain yaitu ada gaya bangunan yang memadukan gaya Melayu Awal, Melayu Bubungan, dan Melayu Bubungan Limas.

Bahan yang digunakan untuk membangun rumah adat panggung ini yaitu material kayu, bambu, Riyan, daun kering, akar pohon, dan juga alang-alang. Untuk atapnya sendiri memiliki ukuran yang cukup tinggi dengan bentuk bangunan yang sedikit miring.

Kemudian, jumlah jendela dari rumah adat panggung ini tergolong cukup banyak jika dibandingkan dengan rumah panggung pada umumnya. Sementara pada bagian dinding dibuat dengan menggunakan material berupa pelepah pisang, namun bisa juga dibuat dari papan kayu. Untuk jumlah tiang yang ada di bangunan ini secara keseluruhan berjumlah 9 buah. Jumlah tersebut akan mengikuti kebiasaan dari nenek moyang masyarakat Bangka Belitung.

Meskipun jumlah tiang yang ada di rumah adat ini tergolong cukup banyak, tetapi sebenarnya hanya ada satu tiang yang digunakan sebagai tiang utama. Tiang tersebut diletakkan di bagian tengah dari rumah sebagai pondasi utama. Tiang utama juga diletakkan paling pertama saat proses pembangunan rumah, sementara untuk tiang-tiang lainnya disusun dengan menyesuaikan garis lintang ataupun bujur dari tiang utama.

Keunikan lain dari rumah adat panggung ini yaitu rumah tersebut tidak menggunakan cat ataupun pewarna lain. Dinding rumah panggung akan dibiarkan apa adanya dengan tekstur atap yang rata tanpa gelombang dan bagian atap juga memiliki tingkat kemiringan yang cukup ringan. Rumat adat Bangka Belitung ini masih bisa kita temukan di tahun 1980-an, namun zaman sekarang jenis rumah adat ini sudah jarang kita temui.

Filosofi Rumah Panggung
Rumah panggung khas Bangka Belitung ini tidak boleh diwarnai ataupun diberi cat, tapi harus mempertahankan warna dari material yang dipakai dalam membuatnya. Hal itu bertujuan supaya orang-orang Bangka Belitung ada di dalam kesejahteraan yang sama, tidak dibedakan berdasarkan tampilan rumah. Rumah tanpa cat juga melambangkan kesederhanaan yang mana merupakan bagian penting dalam persatuan.

Bagian-Bagian Rumah Adat Panggung
Biasanya, rumah adat panggung ini terdiri dari empat bagian ruangan, antara lain:

Rumah bagian depan digunakan untuk menjamu tamu/
Ruang induk atau bagian ruang utama digunakan sebagai tempat untuk berkumpulnya keluarga.
Los adalah penghubung antara tempat keluarga dan kamar-kamar para penghuninya.
Ruangan di bagian belakang digunakan sebagai tempat memasak, makan, kamar mandi, dan sebagai tempat penyimpanan.
Namun, sebenarnya tidak semua rumah panggung memiliki pembagian ruangan. Sebab, ada juga yang hanya terdiri dari dua ruangan yaitu ruangan induk dan ruangan depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Unik dan Sarat Makna, Ini Deretan Rumah Adat Tradisional di Bangka Belitung

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!